Menilik Sang Perpanjangan Tangan Tuhan dalam Me...

Menilik Sang Perpanjangan Tangan Tuhan dalam Menjaga Nyawa “Dinamika Profesi Dokter di RSUD Dr. Soetomo”

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SURABAYA — Pada hari Rabu, 22 Oktober 2025, saya melakukan studi lapangan/field study ke RSDS (Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo) yang berada di Kecamatan Gubeng, Surabaya pada pukul 10.00 WIB. Field study yang saya lakukan ini bermaksud untuk memenuhi penugasan pembelajaran dasar bersama Universitas Airlangga dalam mata kuliah Komuikasi Kesehatan dan logika penalaran kritis.  field study ke RSDS memberikan saya gambaran komprehensif sebagai mahasiswa kedokteran tentang sinergi antara layanan kesehatan publik dan peran vital seorang dokter beserta rumah sakit pendidikan.

Kunjungan ini berlangsung selama satu hari, namun kesannya begitu dalam. Sejak memasuki area rumah sakit yang selalu ramai, saya langsung disambut suasana yang penuh dinamika, ambulans yang berjejer siap sedia, tenaga medis yang sigap berpacu dengan waktu, dan pasien-pasien dengan berbagai latar belakang yang datang dengan harapan untuk sembuh.

Bagian pertama yang saya kunjungi adalah Instalasi Gawat Darurat (IGD). Di sana, saya menyaksikan langsung bagaimana kerja sama tim medis berjalan seperti sebuah orkestra yang terlatih. Setiap perawat, dokter jaga, dan koas memiliki peran tersendiri dalam memastikan pasien mendapat pertolongan secepat mungkin. Tidak ada ruang untuk ragu, karena setiap detik berarti nyawa. Melihat ketenangan para tenaga medis dalam menghadapi kondisi darurat membuat saya semakin sadar bahwa kemampuan klinis harus diimbangi dengan keteguhan mental dan empati yang tinggi.

Setelah dari IGD, saya berkesempatan berkunjung ke beberapa Departemen Pendidikan FK Unair di RSDS. Selain menjadi rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timut, RSDS merupakan rumah sakit pendidikan yang menjadi mitra dari FK Unair. Salah satunya adalah departemen spesialis penyakit dalam. Di sini, suasana belajar terasa lebih sistematis. Para dokter pembimbing dengan sabar menjelaskan mekanisme penyakit, pemeriksaan fisik, hingga cara berpikir klinis yang logis dan terstruktur. Saya juga mendapat kesempatan berdiskusi singkat dengan dr. Putu Niken Ayu Amrita, Sp.PD., KHOM.,FINASIM terkait dinamika dan kasus-kasus pasien yang ditangani di RSDS. Ternyata tidak hanya menantang secara medis, kemampuan komunikasi, etika, dan sifat simpati seorang calon dokter juga diuji di sini.

Menilik Sang Perpanjangan Tangan Tuhan dalam Menjaga Nyawa “Dinamika Profesi Dokter di RSUD Dr. Soetomo”
Muhammad Fazle Anantya (Mahasiswa Universitas Airlangga) berfoto bersama dr. Putu Niken Ayu Amrita, Sp.PD., KHOM., FINASIM di lingkungan RSDS (Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo).

Satu hal yang paling saya pelajari dari kunjungan singkat ini adalah bahwa dunia medis tidak hanya tentang diagnosis dan terapi. Lebih dari itu, ini adalah tentang kemanusiaan. Tentang bagaimana kita hadir bagi orang lain di saat paling rentan, dan bagaimana ilmu yang kita pelajari di kampus akhirnya menemukan maknanya di lapangan nyata.

Menilik Sang Perpanjangan Tangan Tuhan dalam Menjaga Nyawa “Dinamika Profesi Dokter di RSUD Dr. Soetomo”
Muhammad Fazle Anantya (Mahasiswa Universitas Airlangga) sedang melakukan diskusi/wawancara dengan tenaga medis

Saya pulang dengan rasa kagum sekaligus tanggung jawab yang besar sebagai calon dokter di kemudian hari. RSUD Dr. Soetomo bukan sekadar tempat belajar, tetapi cermin dari dedikasi dan kerja keras ribuan tenaga kesehatan yang mengabdikan diri demi kesehatan masyarakat. Satu hari di sana memberi saya bekal semangat baru untuk terus belajar, agar suatu saat nanti bisa berkontribusi secara nyata seperti mereka. Menjadi seorang dokter adalah pilihan untuk terus belajar seumur hidup dan menjadi harapan bagi mereka yang memperjuangkan kesembuhan.

Penulis: Muhammad Fazle Anantya, Mahasiswa Universitas Airlangga

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan