JATENGKU.COM, Wonogiri — Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di musim penghujan, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 158 menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri pada Rabu (4/2/2026) untuk menggelar kegiatan Sosialisasi Edukasi Mitigasi Bencana di Desa Pandeyan, Kecamatan Jatisrono.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus respons terhadap kondisi geografis Desa Pandeyan yang memiliki potensi risiko bencana, seperti banjir dan tanah longsor saat intensitas hujan meningkat. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN berupaya membangun pemahaman masyarakat mengenai langkah-langkah mitigasi, pencegahan, serta penanganan awal ketika terjadi bencana.
Acara yang diikuti oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat ini menghadirkan narasumber dari BPBD Wonogiri. Dalam pemaparannya, BPBD menjelaskan pentingnya mengenali tanda-tanda awal bencana, memahami jalur evakuasi, serta menyiapkan perlengkapan darurat di tingkat keluarga. Edukasi juga menekankan pentingnya budaya tanggap bencana sebagai upaya kolektif, bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
Tri Wulandari, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia UNS, selaku penanggung jawab dari program kerja ini menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih siap dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat. “Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Pandeyan dapat lebih memahami risiko bencana di lingkungan sekitar serta mampu melakukan tindakan preventif secara mandiri,” ujarnya.
Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif selama sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak warga yang menyampaikan pengalaman pribadi terkait bencana yang pernah terjadi di wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa isu kebencanaan merupakan hal yang relevan dan membutuhkan perhatian bersama.
Pemerintah Desa Pandeyan turut mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa KKN dan BPBD Wonogiri. Sinergi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun desa yang tangguh dan adaptif terhadap potensi bencana. Dengan adanya edukasi berkelanjutan, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi objek penerima informasi, tetapi juga subjek yang aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan siaga bencana.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN UNS 158 berharap dapat meninggalkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Pandeyan, sekaligus mendukung terwujudnya desa tangguh bencana di Kabupaten Wonogiri.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik mitigasi bencana secara langsung yang dipandu oleh tim BPBD Wonogiri. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami simulasi evakuasi saat terjadi bencana, mengenali titik kumpul yang aman, serta mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri secara sederhana namun efektif. Warga juga diberikan contoh penyusunan tas siaga bencana dan penjelasan mengenai pentingnya koordinasi antaranggota keluarga ketika situasi darurat terjadi. Melalui praktik ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga pengalaman langsung yang diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan ketangguhan dalam menghadapi potensi bencana di Desa Pandeyan.

Dalam simulasi tersebut, mahasiswa KKN UNS 158 turut berperan aktif dalam mendampingi jalannya simulasi, memastikan setiap peserta memahami alur evakuasi dan fungsi titik kumpul yang telah ditentukan. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara masyarakat dan perangkat desa dalam membentuk sistem peringatan dini sederhana di tingkat lokal.
Dengan adanya praktik mitigasi ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mengetahui konsep kesiapsiagaan, tetapi juga memiliki keterampilan dasar yang dapat diterapkan secara nyata ketika menghadapi situasi darurat. Langkah kecil seperti mengenali jalur evakuasi dan menyusun rencana keluarga diharapkan mampu menjadi fondasi dalam membangun Desa Pandeyan sebagai desa yang tangguh dan responsif terhadap bencana.







