JATENGKU.COM, SEMARANG – Car Free Day (CFD) Sikatak kini semakin mendapat perhatian dalam pengelolaannya. Hal ini terlihat dari inisiatif seorang mahasiswa yang tergabung Kuliah Kerja Nyata (KKN) IDBU Universitas Diponegoro (Undip) Tim 22 yang mengadakan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya manajemen risiko dalam tata kelola CFD, di Kelurahan Tembalang, Semarang pada Rabu (13/8/2025).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa terhadap peningkatan kualitas pengelolaan ruang publik. Mahasiswa KKN itu menilai, CFD sebagai ajang berkumpulnya masyarakat tidak hanya menjadi wadah aktivitas rekreasi dan olahraga, tetapi juga menjadi wadah transaksi ekonomi dan sosial sehingga membutuhkan tata kelola yang profesional agar tetap aman, nyaman, tertib, dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan beberapa poin penting mengenai manajemen risiko, antara lain pengenalan manajemen resiko, manfaat dan tujuannya, tahap-tahap pembuatan, serta pengaplikasiannya dengan mengidentifikasi beberapa resiko di CFD Sikatak. Selain itu, ia juga memberikan contoh strategi mitigasi yang bisa diterapkan pengelola CFD dari identifikasi tersebut, misalnya penempatan petugas di titik rawan, penyediaan fasilitas APAR dan medis, serta pelatihan pengelola sebagai mediator ketika terjadi konflik.
“CFD merupakan ruang publik yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Penerapan manajemen resiko dalam pengelolaan CFD menjadi salah satu senjata yang dapat digunakan guna meningkatkan efektivitas pengelolaannya. Dengan pendekatan manajemen risiko, pengelola bisa lebih siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan masalah yang dapat terjadi sehingga lebih siap dalam mengantisipasinya,” ungkap mahasiswa KKN tersebut saat memberikan materi.
Pengelola CFD menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai, materi yang disampaikan memberikan sudut pandang baru sekaligus mengingatkan akan pentingnya persiapan menyeluruh dalam setiap pelaksanaan CFD. Salah satu pengelola, Rina, yang juga menjabat sebagai Sekretaris CFD mengatakan “Sosialisasi tersebut bagus dan sangat membantu karena biasanya kami lebih fokus secara langsung ke teknis pelaksanaan dan belum banyak memperhatikan aspek manajemen risiko”.
Selain sosialisasi, mahasiswa KKN juga melakukan diskusi langsung dengan pengelola CFD. Diskusi ini menjadi ruang pertukaran ide mengenai kendala yang sering dihadapi, mulai dari pengaturan pedagang, penanganan sampah, hingga pengaturan jika cuaca buruk. Dari diskusi tersebut, lahir beberapa rekomendasi sederhana yang dapat diterapkan oleh pengelola untuk memperbaiki tata kelola.
Kegiatan ini mencerminkan peran mahasiswa dalam partisipasi untuk pembangunan dengan turut memberikan kontribusi nyata di masyarakat. Melalui edukasi dan sosialisasi manajemen risiko, mahasiswa Undip berupaya mendorong agar CFD Sikatak memiliki tata kelola yang baik dan terus berkembang.
