JATENGKU.COM, DUKUHSARI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari Universitas Diponegoro (Undip) berhasil membawa angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Dukuhsari.
Melalui program kolaborasi yang berfokus pada rebranding, produk-produk lokal yang sebelumnya memiliki kemasan sederhana kini tampil lebih modern dan kompetitif di pasar. Program ini menjadi bukti nyata dampak positif KKN yang tak hanya sekadar pengabdian, tetapi juga inovasi yang berkelanjutan.
Sebelum intervensi dari mahasiswa, produk UMKM di Dusun Dukuhsari, meskipun memiliki kualitas rasa yang baik, seringkali terkendala oleh kemasan yang kurang menarik dan identitas merek yang belum terdefinisikan. Akibatnya, produk-produk ini sulit bersaing dengan produk serupa di pasaran dan hanya dikenal di kalangan terbatas.
Berangkat dari permasalahan tersebut, tim KKN Undip menginisiasi program “Strategi Rebranding Produk UMKM Melalui Desain Ulang Kemasan, Label, dan Logo Serta Optimalisasi Pemasaran Digital.”
Lima UMKM Kuliner Jadi Fokus Pengembangan
Program ini menyasar lima UMKM kuliner terpilih:
- Lempeng Singkong milik Pak Ruslan
- Keripik Tempe & Peyek milik Bu Asiah
- Kerupuk Gendar milik Bu Marni
- Kerupuk Gandum milik Mbah Nasori
- Samier Singkong milik Pak Yono
Strategi Rebranding yang Terukur dan Menyeluruh
Tim KKN Undip melakukan rebranding dengan strategi yang terintegrasi, dimulai dari aspek visual hingga promosi. Pertama, dilakukan desain ulang kemasan produk. Mahasiswa merancang kemasan yang tidak hanya estetik tetapi fungsional. Misalnya, untuk produk makanan ringan, mereka mengganti kemasan plastik tipis dengan kemasan pouch kedap udara yang bisa menjaga kerenyahan produk lebih lama. Kemasan baru ini secara visual jauh lebih menarik dan memberikan kesan premium.
Tim KKN membantu UMKM menciptakan label dan logo baru.
Logo dirancang agar mudah diingat dan mencerminkan keunikan produk lokal. Label baru juga dilengkapi dengan informasi produk yang lengkap, mulai dari nama toko hingga jenis produk atau varian. “Sebelumnya, label kami lebih sederhana. Sekarang, dengan label baru ini, produk jadi kelihatan lebih menarik ,” ujar Ibu Asiah, salah satu pemilik UMKM keripik peyek.
Tak kalah penting adalah optimalisasi pemasaran digital.
Mahasiswa menyadari bahwa pemasaran konvensional saja tidak cukup. Mereka membantu para pelaku UMKM membuat akun media sosial khusus untuk produk mereka, melakukan sesi pemotretan produk yang profesional, dan memberikan pelatihan dasar kepada karang taruna Dusun Dukuhsari tentang cara menjual produk di marketplace. Langkah ini membuka peluang baru bagi produk UMKM Dusun Dukuhsari untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk luar kota.

Dampak Nyata: Upaya Peningkatan dan Umpan Balik Positif
Dampak dari program rebranding ini mulai terlihat. Beberapa pelaku UMKM melaporkan adanya peningkatan minat dari konsumen dan tanggapan yang lebih positif terhadap produk mereka. Produk-produk yang telah direbranding kini lebih mudah diterima di beberapa toko.
Selain itu, para pelaku UMKM juga merasa lebih percaya diri untuk memasarkan produknya. Program KKN ini tidak hanya memberikan perubahan fisik pada produk, tetapi juga menumbuhkan semangat kewirausahaan dan pemahaman akan pentingnya branding dan pemasaran digital.
Program KKN Tematik ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia akademis dan masyarakat dapat menghasilkan solusi konkret. Mahasiswa Undip tidak hanya sekadar mengabdi, tetapi juga meninggalkan warisan berupa pengetahuan dan keterampilan yang dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat Dusun Dukuhsari untuk tumbuh dan berkembang.
