Belajar Sambil Bermain: Outing Class Mewarnai Anak-Anak Kampung Gebyok, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati oleh KKN UPGRIS Kelompok 6
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 6 menyelenggarakan kegiatan outing class berupa mewarnai gambar bersama anak-anak di Kampung Gebyok RT 02/03, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, pada Minggu, 8 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja di bidang pendidikan yang bertujuan untuk memberikan ruang belajar alternatif yang menyenangkan, kreatif, dan ramah anak melalui pendekatan belajar sambil bermain.
Pelaksanaan outing class ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menciptakan metode pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memperhatikan perkembangan kreativitas, sosial, dan emosional anak. Di tengah aktivitas belajar formal yang cenderung menuntut anak untuk duduk dan mengikuti aturan kelas, kegiatan mewarnai dipilih sebagai media edukatif yang mampu merangsang imajinasi serta menumbuhkan rasa percaya diri anak sejak usia dini.
Kegiatan dilaksanakan di Joglo RT 02/03 Kp.Gebyok dengan memanfaatkan ruang terbuka yang nyaman dan aman bagi anak-anak. Sejak pagi hari, anak-anak Kampung Gebyok sudah mulai berdatangan dengan wajah ceria dan penuh antusiasme. Mahasiswa KKN menyambut mereka dengan hangat, mengarahkan anak-anak untuk duduk di meja belajar lipat yang telah disiapkan, serta membagikan alat mewarnai dan lembar gambar edukatif.
Suasana kegiatan berlangsung meriah namun tetap tertib. Anak-anak tampak fokus mewarnai gambar sesuai dengan imajinasi masing-masing. Tidak ada batasan warna maupun bentuk, sehingga anak-anak bebas mengekspresikan ide dan kreativitas mereka. Hal ini menjadi salah satu keunggulan kegiatan outing class, di mana anak-anak tidak merasa tertekan oleh aturan, tetapi justru merasa bebas dan senang dalam proses belajar.
Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 6 berperan aktif dalam mendampingi setiap anak selama kegiatan berlangsung. Pendampingan dilakukan secara persuasif dan komunikatif, dengan memberikan arahan ringan, motivasi, serta pujian atas usaha yang dilakukan anak-anak. Mahasiswa juga membantu anak-anak yang mengalami kesulitan, seperti memilih warna atau menyelesaikan gambar, dengan pendekatan yang sabar dan penuh empati.
Selain melatih kreativitas, kegiatan mewarnai ini juga memiliki manfaat edukatif lainnya. Anak-anak diajak untuk mengenal berbagai macam warna, melatih koordinasi antara tangan dan mata, serta meningkatkan kemampuan motorik halus. Di sisi lain, interaksi antara mahasiswa dan anak-anak turut membantu mengembangkan kemampuan sosial anak, seperti berani bertanya, berbagi alat mewarnai, dan berinteraksi dengan teman sebaya.
Koordinator KKN UPGRIS Kelompok 6 Bima Anggara”: menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran nonformal yang menyenangkan dan inklusif. Menurutnya, pendidikan tidak selalu harus dilakukan di ruang kelas dengan metode konvensional. “Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang berbeda, di mana anak-anak merasa nyaman, senang, dan tidak terbebani. Melalui kegiatan sederhana seperti mewarnai, anak-anak dapat belajar banyak hal tanpa mereka sadari,” ungkapnya.
Hasil karya anak-anak kemudian dipamerkan di area kegiatan sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha dan kreativitas mereka. Setiap gambar yang dihasilkan menunjukkan karakter dan keunikan masing-masing anak, baik dari pemilihan warna, pola, maupun cara mereka menyelesaikan gambar. Pameran sederhana ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga dan percaya diri anak terhadap hasil karyanya sendiri.
Di akhir kegiatan, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 6 memberikan hadiah sederhana berupa alat tulis dan bingkisan kecil kepada seluruh peserta. Pemberian hadiah ini bukan sebagai bentuk kompetisi, melainkan sebagai apresiasi atas partisipasi dan semangat belajar anak-anak. Anak-anak tampak senang dan bangga menerima hadiah tersebut, yang diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkarya.
Kegiatan outing class ini mendapat sambutan positif dari warga Kampung Gebyok. Orang tua anak-anak menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang telah menghadirkan kegiatan edukatif dan bermanfaat bagi anak-anak di lingkungan mereka. Menurut warga, kegiatan seperti ini sangat membantu dalam memberikan pengalaman belajar yang berbeda, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Bagi Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 6, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga pengalaman berharga dalam memahami dinamika sosial dan pendidikan di lingkungan masyarakat. Melalui interaksi langsung dengan anak-anak dan warga, mahasiswa belajar tentang pentingnya peran pendidikan nonformal dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui kegiatan outing class mewarnai ini, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 6 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan anak di tingkat masyarakat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa yang mengedepankan nilai edukatif, kebersamaan, dan kepedulian sosial, sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Ke depan, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 6 berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan variasi program edukatif lainnya, sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi anak-anak Kampung Gebyok dan lingkungan sekitarnya.
