JATENGKU.COM, SEMARANG Mahasiswa KKN Tematik IDBU 61 Penggaron Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan kegiatan penyuluhan bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melalui Produk Pembersih yang Inovatif dan Beraroma” kepada Ibu-Ibu Kelompok Wanita Tani KHDTK Wanadipa Undip Penggaron.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (20/7) pukul 13.00–16.00 WIB ini mencakup edukasi mengenai potensi minyak atsiri dalam produk pembersih rumah tangga, termasuk manfaat dan cara pembuatan produk, serta workshop pembuatan produk pembersih kaca.

Selain itu, peserta juga dibekali materi kewirausahaan digital, mulai dari desain label, analisis keuangan, hingga strategi pemasaran menggunakan berbagai macam aplikasi.

Kegiatan penyuluhan merupakan bagian dari upaya integratif antara edukasi, inovasi produk, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di wilayah sekitar KHDTK Wanadipa UNDIP. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan manfaat serta potensi minyak atsiri untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa mengenalkan inovasi minyak atsiri dari daun jambu air dan tembelekan sebagai bahan pemberi aroma dalam produk pembersih rumah tangga, khususnya pembersih lantai dan kaca.

Minyak Atsiri atau essential oil sendiri merupakan pencampuran beberapa zat-zat alami kompleks yang mudah menguap, berbau, bersifat lipofilik dan dapat ditemukan pada tanaman aromatik. Setiap jenis tanaman memiliki aroma minyak atsiri yang berbeda-beda dan bersifat khas.

Kegiatan penyuluhan mendapat sambutan hangat dari Ketua Kelompok Wanita Tani, Ibu Lina. Rangkaian kegiatan dibuka dengan sambutan dari ketua kelompok KKN. Selanjutnya, Kelompok Wanita Tani (KWT) mengikuti sosialisasi berupa pemaparan materi mengenai pengenalan minyak atsiri dan potensi pemanfaatannya, serta inovasi minyak atsiri dari daun jambu air dan tembelekan yang digunakan sebagai essential oil untuk produk pembersih.

Memasuki kegiatan inti, yaitu pemaparan proses pembuatan sabun pembersih lantai melalui tayangan video serta sesi workshop pembuatan cairan pembersih kaca yang dipandu oleh mahasiswa KKN. Dalam workshop ini, peserta diberikan kebebasan dalam menentukan variasi aroma minyak atsiri yang akan digunakan.

Minyak atsiri yang disediakan berupa kayu putih, serai wangi, gelagah, jambu air, serta tembelekan. Kegiatan dilanjutkan dengan pengemasan produk dan pelabelan kemasan. Peserta terlihat sangat antusias selama sesi workshop berlangsung. Beberapa peserta mengatakan suka dan puas terhadap aroma dari produk yang dihasilkan.

“Minyak atsiri yang jambu ini aromanya segar dan tercium aroma jambu, cocok sekali jika digunakan untuk aroma pembersih” ujar salah satu peserta sosialisasi.

Berdayakan Ekonomi Perempuan, Mahasiswa KKN-T UNDIP Dorong Kelompok Wanita Tani Kembangkan Produk Pembersih Rumah Tangga Beraroma Minyak Atsiri

Selain pelatihan teknis pembuatan produk, peserta juga diberikan edukasi terkait aspek pendukung kewirausahaan secara digital, meliputi desain label produk, strategi pemasaran produk, dan cara menentukan harga jual dan untung-rugi berdasarkan analisis biaya produksi.

Dalam sesi ini, peserta dilatih untuk merancang label produk secara mandiri dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI) menggunakan ChatGPT sebagai alat bantu dalam penyusunan desain dan narasi produk.

Peserta juga diperkenalkan pada strategi pembuatan “Hook” video yang menarik, cara pembuatan video promosi produk menggunakan aplikasi CapCut, dan pembuatan katalog produk menggunakan Whatsapp Business. Selain itu, peserta juga diberi pemahaman mengenai cara perhitungan untung-rugi menggunakan aplikasi Google Sheets dan perhitungan arus kas menggunakan aplikasi AKUN.biz.

Berdayakan Ekonomi Perempuan, Mahasiswa KKN-T UNDIP Dorong Kelompok Wanita Tani Kembangkan Produk Pembersih Rumah Tangga Beraroma Minyak Atsiri

Kegiatan penyuluhan ini mendapatkan respon positif dari peserta. Antusiasme mereka dalam kegiatan ini terlihat dari keaktifan saat workshop pembuatan pembersih kaca, pemilihan minyak atsiri yang akan digunakan, serta aktif bertanya dan menjawab pertanyaan selama kegiatan berlangsung.

“Senang sekali ada kegiatan seperti ini. Terimakasih kepada adik-adik KKN karena informasi yang disampaikan bermanfaat sekali. Saya ingin coba buat produknya nanti di rumah,” ujar salah satu peserta sosialisasi.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan-kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama Kelompok Wanita Tani. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan mampu mendorong ibu-ibu KWT agar tidak hanya bisa memproduksi, tapi juga memiliki pengetahuan dasar dalam menjual dan mengembangkan produk mereka secara mandiri.

Editor: Handayat