JATENGKU.COM, Semarang — Dalam upaya mendukung pertumbuhan sekaligus membentengi para pedagang dari modus penipuan transaksi digital, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) TIM I 2025/2026 melaksanakan program edukasi keamanan bertajuk “QRIS-GUARD” di Kelurahan Ngemplak Simongan, Semarang Barat. Program yang dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026 ini mengedukasi 26 pedagang UMKM setempat dengan pengetahuan praktis untuk mendeteksi dan mencegah potensi penipuan atau kecurangan dalam penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), sejalan dengan tema KKN untuk mewujudkan keluarga sehat melalui stabilitas keuangan keluarga.
Program ini merupakan inisiatif dari Icha Romanti, mahasiswa program studi Matematika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, dengan dukungan penuh dari rekan-rekan satu kelompok KKN-nya, yaitu Kelompok 1. Dengan pendekatan door-to-door, mahasiswa KKN ini memberikan edukasi dan diskusi ringan secara personal kepada para pedagang.
Materi edukasi disampaikan secara detail, meliputi pengenalan berbagai jenis penipuan yang berpotensi terjadi dalam transaksi QRIS, seperti phishing yang dilakukan melalui pesan atau panggilan palsu, modus pembeli nakal yang menempelkan QRIS pribadi ke QRIS pedagang, hingga tindakan rekayasa bukti transfer atau screenshot pembayaran palsu.

“Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kewaspadaan pedagang UMKM terhadap modus penipuan digital yang semakin beragam, sekaligus memberikan solusi praktis untuk mengamankan transaksi sehari-hari,” ujar Icha Romanti.
Secara rinci, materi edukasi yang diberikan mencakup cara mendeteksi penipuan dengan memastikan notifikasi transaksi dari bank, mengecek nominal dan nama merchant di aplikasi, serta tidak tergesa-gesa mengonfirmasi sebelum dana masuk.
Selain itu, juga memberikan panduan solusi yang dapat diterapkan, mulai dari solusi gratis seperti mengaktifkan notifikasi bank dan melakukan screenshot bukti transaksi, solusi low cost melalui penggunaan aplikasi pencatatan keuangan sederhana, hingga solusi berbayar berupa penggunaan QRIS Soundbox untuk konfirmasi suara otomatis.

Selain itu, pedagang juga dibekali dengan checklist harian sehat yang mencakup langkah-langkah sebelum buka toko, saat transaksi, dan setelah transaksi, serta tujuh aturan pintar QRIS sehat yang meliputi selalu verifikasi notifikasi bank, tidak meminjamkan ponsel untuk pembayaran, menggunakan soundbox jika memungkinkan, menghindari WiFi publik saat transaksi, rutin mengganti PIN aplikasi banking, menyimpan bukti transaksi minimal satu bulan, dan melaporkan transaksi mencurigakan ke bank.
Menanggapi kegiatan ini, para pedagang terlihat antusias dan mengapresiasi upaya edukasi yang dilakukan. “Banyak pedagang yang selama ini belum sadar pentingnya memverifikasi notifikasi transaksi atau bahkan tidak mencatat pemasukan harian. Dengan adanya edukasi ini, mereka merasa lebih terarah dan siap menerapkan langkah-langkah pencegahan penipuan,” tambah Icha.
Program QRIS-GUARD tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membagikan leaflet panduan yang dapat digunakan pedagang sebagai acuan harian. Harapannya, dengan pemahaman yang lebih baik tentang risiko dan solusi transaksi digital, pedagang UMKM di Ngemplak Simongan dapat bertransaksi dengan lebih aman, nyaman, dan percaya diri.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk pengembangan program serupa di masa mendatang, dengan melibatkan lebih banyak pihak, seperti perbankan dan fintech, guna mendukung literasi keamanan digital yang lebih luas di kalangan UMKM.








