Cegah Risiko Residu Pestisida, Mahasiswi KKN UN...

Cegah Risiko Residu Pestisida, Mahasiswi KKN UNDIP Edukasi Warga Desa Ponowareng mengenai Pengolahan Pangan Aman

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Batang — Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) mengadakan kegiatan sosialisasi keamanan pangan di Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang pada Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 13.00–15.00 WIB. Kegiatan ini difokuskan pada pemberian edukasi mengenai cara mengolah sayuran dan buah agar aman dikonsumsi serta terhindar dari risiko paparan residu pestisida.

Kegiatan sosialisasi tersebut diprakarsai oleh Fatkha Hijri Fadlana, mahasiswi Jurusan Kesehatan Masyarakat dengan peminatan Gizi Kesehatan Masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswi berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya keamanan pangan, khususnya dalam pengolahan bahan pangan segar di tingkat rumah tangga.

Dalam penyampaian materi, mahasiswi menjelaskan berbagai sumber cemaran kimia berupa residu pestisida serta dampaknya terhadap kesehatan apabila dikonsumsi secara terus-menerus. Selain itu, disampaikan pula prinsip pengolahan pangan yang aman beserta langkah-langkah praktis, seperti pemilahan bahan pangan, pencucian di bawah air mengalir, perendaman dengan metode yang tepat, pengupasan bagian luar, serta pengolahan menggunakan teknik panas untuk membantu menurunkan kadar residu pestisida.

Cegah Risiko Residu Pestisida, Mahasiswi KKN UNDIP Edukasi Warga Desa Ponowareng mengenai Pengolahan Pangan Aman
Dokumentasi Pemaparan Materi Keamanan Pangan oleh Fatkha Hijri Fadlana.

Mahasiswi KKN UNDIP menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini disusun berdasarkan kondisi nyata yang ditemui di masyarakat. Ia menilai masih banyak warga yang belum memahami cara pengolahan sayur dan buah yang benar untuk mengurangi risiko residu pestisida.

“Selama ini banyak masyarakat yang sudah terbiasa mengolah sayur dan buah dengan caranya masing-masing, padahal belum tentu aman. Melalui sosialisasi ini, kami ingin berbagi informasi sederhana yang bisa langsung diterapkan di rumah,” ujarnya.

Masyarakat Desa Ponowareng yang mengikuti kegiatan tersebut juga memberikan tanggapan positif dan aktif dalam sesi diskusi. Salah satu peserta mengaku memperoleh pemahaman baru setelah mengikuti sosialisasi ini.

“Biasanya kami hanya mencuci seadanya. Setelah dijelaskan tadi, jadi lebih paham bagaimana cara mengolah sayur dan buah supaya lebih aman dikonsumsi,” tuturnya.

Melalui pelaksanaan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya penerapan keamanan pangan dan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh untuk mendukung pola konsumsi pangan yang lebih aman dan sehat di lingkungan keluarga.

Penulis: Fatkha Hijri Fadlana, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Masyarakat, Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.
Dosen Pembimbing KKN: Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan