JATENGKU.COM, Wonogiri – Masalah pemenuhan gizi balita masih menjadi perhatian serius di Dusun Dokeso, Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo. Berangkat dari temuan adanya kasus stunting serta kebiasaan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang masih didominasi kudapan tinggi gula, Aiga Darma Ramadhani, mahasiswa program studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Universitas Diponegoro (Undip), menginisiasi program sosialisasi gizi melalui pendekatan budaya. Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Dusun Dokeso pada hari Sabtu (07/02/2026) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya asupan nutrisi seimbang bagi tumbuh kembang anak.
Dalam sosialisasinya, Aiga memaparkan materi mengenai panduan “Isi Piringku” dan bahaya stunting bagi masa depan anak. Tak hanya memberikan teori standar kesehatan Indonesia, ia juga membagikan wawasan mengenai budaya makan di Jepang yang dikenal sangat memperhatikan keseimbangan gizi dan kualitas bahan makanan.
“Langkah kecil di dapur kita hari ini, adalah kebiasaan baik untuk masa depan,” ujar Aiga di hadapan para ibu balita dan kader Posyandu.

Sebagai bentuk aksi nyata, Aiga membagikan booklet resep eksklusif berjudul “Piring Juara”. Buku kecil ini berisi kumpulan resep makanan berat dan camilan padat gizi yang memadukan cita rasa lokal Indonesia dan keunikan menu Jepang.
Beberapa poin penting dalam kegiatan tersebut meliputi:
- Sosialisasi Gizi: Penjelasan mendalam tentang porsi karbohidrat, protein, dan serat.
- Komparasi Budaya: Mengenalkan bagaimana masyarakat Jepang mengolah bahan makanan agar tetap bergizi.
- Solusi PMT Sehat: Mengarahkan warga untuk beralih dari kue tinggi gula ke camilan yang lebih bernutrisi.

Para peserta terlihat sangat antusias menyimak materi. Salah satu ibu balita mengungkapkan ketertarikannya pada salah satu resep di booklet, yaitu Chawanmushi (telur kukus khas Jepang).
“Ternyata cara buatnya terlihat mudah dan bahannya simpel. Saya jadi tertarik mencoba memasaknya untuk si kecil di rumah,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari Ibu Dwi, selaku kader Posyandu Dusun Dokeso. Beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi mahasiswa KKN Undip. “Materi dan buku resep yang diberikan sangat bermanfaat sebagai panduan baru bagi kami dan para ibu di sini agar lebih melek gizi,” pungkasnya.
