Cetak Generasi Berani Bicara, Mahasiswa KKN-T 1...

Cetak Generasi Berani Bicara, Mahasiswa KKN-T 104 Universitas Diponegoro Tanamkan Protokoller Public Speaking Sejak Dini di SDN Pedurungan Kidul 05

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SEMARANG — Mahasiswa KKN Tematik 104 Universitas Diponegoro menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Protokoller Public Speaking Sejak Dini: Cetak Generasi Berani Bicara dan Ber-etika di Depan Umum” yang diselenggarakan di SDN Pedurungan Kidul 05, Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, pada Kamis (24/7).

Public speaking kerap menjadi momok, bahkan bagi orang dewasa. Dengan membiasakan anak untuk tampil dan berbicara di depan umum sejak usia sekolah dasar dinilai menjadi langkah penting dalam membangun karakter anak terutama dalam public speaking.

Kegiatan Sosialisasi & edukasi ini digagas oleh Naila Fitri Sakinah, Salah satu anggota Tim KKNT 104, Program Studi D4 Informasi dan Hubungan Masyarakat, yang menyusun materi pelatihan berbasis pendekatan praktis. Dalam pelaksanaannya, siswa kelas 3 SD menjadi peserta pelatihan.

Mereka diajak untuk memahami langkah-langkah public speaking, namun tidak hanya sebatas berbicara. Pendekatan yang digunakan menggabungkan aspek keberanian dengan nilai-nilai etika komunikasi formal, sebagaimana yang diterapkan dalam praktik keprotokoleran.

Tidak berhenti pada teori, siswa juga diberi kesempatan tampil langsung di depan kelas. Dalam sesi praktik ini, lima siswa dipilih untuk melakukan simulasi menjadi pembawa acara sederhana, seperti membuka acara kelas, memperkenalkan diri secara formal, hingga menutup kegiatan dengan ucapan terima kasih dan doa. Suasana kelas yang semula santai berubah menjadi ruang latihan yang penuh semangat. Meskipun awalnya terlihat gugup, anak-anak berhasil tampil dengan sikap sopan dan percaya diri.

“Saya ingin anak-anak tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga tahu bagaimana menyampaikannya dengan etika. Pada dasarnya protokoller public speaking tidak hanya soal berbicara di depan umum, tetapi juga soal adab dan kesiapan tampil saat menyampaikanya. Kalau mereka sudah terbiasa sejak kecil, kelak mereka bisa menjadi sosok pemimpin yang didengar,” ujar Naila Fitri.

Untuk melengkapi sesi Protokoller Public Speaking, Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan sesi refleksi yaitu Zona Bahasa Emosi, di mana siswa diminta mengungkapkan bagaimana perasaan mereka setelah tampil di depan teman-teman kelas. Metode ini membantu mereka mengenali emosi, sekaligus membentuk kepekaan sosial dan keberanian menyuarakan diri secara positif.

Selain mengasah keterampilan berbicara, program ini turut menanamkan nilai-nilai komunikasi yang sopan, menghargai pendapat orang lain, serta pentingnya menyampaikan pesan secara jelas dan etis. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini karena dinilai mampu membentuk karakter anak sejak dini dalam menghadapi ruang publik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKNT 104 Universitas Diponegoro bertema Peningkatan Kapasitas Produksi sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan di Pedurungan Kidul Semarang”, di bawah bimbingan Ibu Riris Tiani, S.S., M.Hum. dan Bapak Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum.

Meskipun bertajuk ketahanan pangan, program sosial kemasyarakatan ini turut menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk melalui pendidikan karakter dan komunikasi di tingkat sekolah dasar.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa berharap bahwa keberanian dan kesopanan yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi kekuatan besar di masa depan. Karena setiap generasi yang mampu menyampaikan pikirannya dengan baik, adalah generasi yang siap membawa perubahan.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan