JATENGKU.COM, KEBUMENMahasiswa Universitas Tidar (UNTIDAR) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan rangkaian kegiatan edukasi pembuatan aquaponik dan pembagian prototipe aquaponik kepada keluarga balita dengan kasus stunting di Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan penurunan angka stunting sekaligus penguatan ketahanan pangan keluarga.

Kegiatan pertama berupa edukasi pembuatan aquaponik dan dihadiri sebanyak 40 peserta yang dilaksanakan pada Senin (26/01/2026) bertempat di Aula Balai Desa Kuwayuhan. Edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai konsep dasar aquaponik, manfaatnya bagi pemenuhan gizi keluarga, serta langkah-langkah pembuatan aquaponik sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga.

Dalam kegiatan tersebut, Arif, salah satu anggota Tim KKN UNTIDAR Desa Kuwayuhan, bertindak sebagai pemateri. Ia menjelaskan secara langsung tahapan pembuatan aquaponik, mulai dari perakitan alat, pemilihan tanaman dan ikan, hingga cara perawatan agar sistem aquaponik dapat berjalan secara optimal.

“Kami ingin memberikan pemahaman bahwa aquaponik bisa menjadi solusi sederhana dan berkelanjutan dalam menyediakan sumber pangan bergizi bagi keluarga, terutama yang memiliki balita,” jelas Arif saat menyampaikan materi.

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang terjadi akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang. Kondisi ini berdampak pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak, serta berpotensi memengaruhi kualitas kesehatan dan produktivitas di masa mendatang. Oleh karena itu, edukasi terkait pemenuhan gizi menjadi salah satu fokus utama dalam program kerja KKN UNTIDAR di Desa Kuwayuhan.

Penyerahan prototipe aquaponik oleh Tim KKN UNTIDAR kepada keluarga balita stunting di Desa Kuwayuhan, Rabu (28/01/2026)

Setelah pelaksanaan edukasi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembagian prototipe aquaponik yang dilaksanakan pada Rabu (28/01/2026). Prototipe aquaponik tersebut dibagikan kepada beberapa keluarga yang memiliki balita dengan indikasi stunting. Prototipe dirancang secara sederhana agar mudah dirawat dan dapat langsung dimanfaatkan oleh warga sebagai sumber pangan alternatif.

Dalam proses pembagian, tim KKN UNTIDAR juga memberikan pendampingan singkat kepada penerima manfaat terkait cara perawatan tanaman dan ikan, sehingga aquaponik yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan.

Salah satu warga penerima manfaat menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. Menurutnya, aquaponik yang diberikan sangat membantu keluarga dalam menyediakan bahan pangan sehat secara mandiri.

“Dengan adanya aquaponik ini, kami bisa menanam sayur sendiri dan memelihara ikan di rumah. Harapannya bisa membantu mencukupi kebutuhan gizi anak,” ungkapnya.

Selain berfokus pada pencegahan stunting, program edukasi dan pembagian aquaponik ini juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Melalui pemanfaatan pekarangan rumah, masyarakat diharapkan dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan dari luar.

Tim KKN UNTIDAR menilai bahwa pendekatan edukatif yang disertai dengan pemberian prototipe ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dan kemandirian pangan. Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka stunting melalui intervensi berbasis keluarga dan komunitas.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari perangkat desa dan masyarakat setempat. Pemerintah desa berharap program aquaponik ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara mandiri oleh warga meskipun masa KKN telah berakhir.

Melalui rangkaian program kerja ini, mahasiswa KKN UNTIDAR berharap aquaponik tidak hanya menjadi sarana edukasi sesaat, tetapi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai solusi alternatif dalam mendukung kesehatan balita serta memperkuat ketahanan pangan di Desa Kuwayuhan.

Editor: Handayat

Tag