JATENGKU.COM, Bojong — Curah hujan yang tidak menentu belakangan ini membuat beberapa titik di Desa Bukur kerap mengalami genangan air, terutama di sekitar permukiman warga. Melihat kondisi tersebut, salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro berinisiatif menghadirkan solusi sederhana yang bisa diterapkan langsung oleh masyarakat, yakni melalui pembuatan lubang resapan biopori berskala rumah tangga.
Program ini dilaksanakan oleh Kharisma Hera Maharani, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Diponegoro yang saat ini tengah menjalani KKN di Desa Bukur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program monodisiplin yang bertujuan untuk meningkatkan daya resap tanah, mengurangi genangan air, serta mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos.
Pelaksanaan program difokuskan di Pedukuhan Bukur 1, wilayah yang cukup sering mengalami genangan air saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Menurut Kharisma, lubang resapan biopori dipilih karena pembuatannya relatif mudah, biayanya terjangkau, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh warga di lingkungan rumah masing-masing.
“Kondisi hujan yang tidak menentu membuat air sering menggenang di beberapa titik. Biopori ini menjadi solusi sederhana yang bisa langsung diterapkan oleh warga, sekaligus membantu mengelola sampah organik rumah tangga,” ujar Kharisma.

Kegiatan program monodisiplin ini terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama berupa sosialisasi yang dilaksanakan pada 26 Januari 2026, dengan sasaran ibu-ibu PKK Desa Bukur. Sosialisasi dilakukan menggunakan media presentasi sederhana agar materi mudah dipahami. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai fungsi lubang resapan biopori, manfaatnya bagi lingkungan, serta langkah-langkah pembuatannya di skala rumah tangga.
Tahap kedua berupa demonstrasi langsung pembuatan lubang resapan biopori yang dilaksanakan pada 31 Januari 2026. Demonstrasi dilakukan di sekitar area greenhouse Desa Bukur, mengingat lokasi tersebut sering mengalami genangan air saat hujan. Pada kegiatan ini, ibu-ibu PKK diajak melihat secara langsung proses pembuatan biopori sekaligus cara mengisi lubang dengan sampah organik, khususnya sampah dapur, yang nantinya dapat terurai menjadi kompos.
Melalui kegiatan ini, Kharisma berharap masyarakat tidak hanya memahami konsep biopori secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing. Sasaran utama program ini adalah ibu-ibu PKK yang dalam kesehariannya banyak menghasilkan sampah organik rumah tangga.
Sebagai hasil dari pelaksanaan program, telah dihasilkan media edukasi berupa PPT berjudul “Lubang Resapan Biopori Berskala Rumah Tangga” serta dua lubang resapan biopori yang telah terpasang di sekitar lahan greenhouse Desa Bukur. Keberadaan biopori tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi genangan air sekaligus menjadi contoh penerapan biopori bagi warga sekitar.
Program monodisiplin ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam mendukung upaya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Melalui langkah kecil namun berkelanjutan, lubang resapan biopori diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan Desa Bukur, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang semakin tidak menentu.
Penulis: Kharisma Hera Maharani
