Dari Sampah Jadi Nilai Tambah: Mahasiswa KKN Un...

Dari Sampah Jadi Nilai Tambah: Mahasiswa KKN Undip Ajak Warga Kragilan Kreatif Kelola Limbah Plastik

Ukuran Teks:

Permasalahan sampah masih menjadi tantangan utama bagi warga Dusun Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Ketiadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) membuat masyarakat harus mencari cara mandiri untuk mengelola limbah rumah tangga sehari-hari. Menyikapi kondisi tersebut, warga bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro TIM 1 Subtim 94 menggagas sejumlah program pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.

Upaya pengelolaan sampah mulai digerakkan pada Minggu, 25 Januari 2026, melalui pembuatan keranjang khusus untuk menampung botol dan gelas plastik bekas. Program ini dirancang oleh mahasiswa KKN Undip sebagai langkah awal untuk mengubah cara pandang warga terhadap sampah plastik. Sampah yang sebelumnya hanya dibuang atau dibakar kini dipilah dan dikumpulkan secara terstruktur untuk kemudian dijual ke pengepul.

Hasil penjualan sampah plastik tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai kas RT atau RW. Dengan mekanisme ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban lingkungan semata, melainkan sebagai potensi ekonomi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Program ini diharapkan mampu mendorong kebiasaan baru dalam memilah sampah sekaligus memperkuat kesadaran warga akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Dari Sampah Jadi Nilai Tambah: Mahasiswa KKN Undip Ajak Warga Kragilan Kreatif Kelola Limbah Plastik

Sejalan dengan program utama tersebut, mahasiswa KKN Undip juga menginisiasi program kerja mandiri yang berfokus pada pengolahan sampah plastik menjadi produk kreatif melalui pembuatan ecobrick. Dalam kegiatan ini, botol plastik bekas diisi padat dengan potongan sampah plastik nonorganik hingga menjadi material yang kokoh dan dapat dimanfaatkan kembali.

Ecobrick yang telah dihasilkan kemudian dirangkai menjadi sebuah rak buku sederhana sebagai contoh produk aplikatif. Program ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah plastik, tetapi juga memberikan edukasi kepada warga bahwa limbah plastik dapat diolah menjadi barang bernilai guna. Pelaksanaan kegiatan melibatkan anak-anak dan masyarakat setempat, sehingga proses edukasi lingkungan dapat berlangsung secara interaktif dan menyenangkan.

Dari Sampah Jadi Nilai Tambah: Mahasiswa KKN Undip Ajak Warga Kragilan Kreatif Kelola Limbah Plastik

Selain program yang digagas mahasiswa, warga Kragilan juga menunjukkan inisiatif melalui rencana pembuatan tungku sampah. Gagasan ini muncul dari hasil rembuk warga pada Senin, 19 Januari 2026, sebagai solusi sementara dalam mengelola sampah rumah tangga. Dalam hal ini, mahasiswa KKN Undip berperan sebagai pendamping dengan membantu penyusunan desain serta perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sesuai kebutuhan warga.

Selama ini, keterbatasan sarana pengelolaan sampah membuat sebagian warga terpaksa membakar sampah di lahan kosong. Namun, cara tersebut sering terkendala, terutama saat musim hujan atau ketika lahan yang tersedia semakin sempit. Kondisi ini menyebabkan munculnya beberapa titik penumpukan sampah di area sungai yang melintasi wilayah desa.

Beberapa lokasi yang menjadi perhatian bersama antara lain tanggul penghubung Dusun Kragilan dengan Dusun Teluk, Dusun Kragilan dengan Dusun Balong, serta sepanjang aliran Sungai Dengkeng dan Sungai Birin. Permasalahan tersebut semakin menegaskan pentingnya sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah dan berkelanjutan di tingkat desa.

Melalui berbagai program yang telah dijalankan, mahasiswa KKN Undip TIM 1 Subtim 94 berharap masyarakat Dusun Kragilan dapat memiliki kebiasaan baru dalam mengelola sampah secara mandiri. Penyerahan sarana keranjang sampah plastik serta hasil fasilitasi desain tungku sampah kepada warga direncanakan akan dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026 sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

 

Dengan sinergi antara warga dan mahasiswa, diharapkan pengelolaan sampah di Dusun Kragilan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang membawa manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan