JATENGKU.COM, SEMARANG – Di tengah meningkatnya kebutuhan akan penguatan ekonomi lokal dan ketahanan pangan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan solusi praktis dan aplikatif dengan mengadakan sosialisasi pembuatan WhatsApp Business bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, tepatnya di RT 02 RW 03 pada Ahad (20/07/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN bertema “Peningkatan Kapasitas Produksi UMKM melalui Diversifikasi Produk sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan di Kota Semarang.” Pemanfaatan teknologi digital seperti WhatsApp Business dinilai relevan dalam upaya mendukung pelaku usaha lokal agar mampu bertahan dan tumbuh di tengah tantangan zaman, termasuk pasca-pandemi dan persaingan pasar yang semakin luas.

Sosialisasi dilaksanakan oleh Widiawati Sihaloho, mahasiswa KKN-T Tim 104 UNDIP 2025 dari jurusan Informatika, dan menyasar UMKM warga RT 02 RW 03, yang sebagian besar merupakan pelaku usaha makanan ringan dan sembako. WhatsApp Business dipilih karena merupakan aplikasi yang sudah akrab digunakan sehari-hari, namun belum banyak dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung bisnis.

Melalui sosialisasi ini, peserta diajak untuk memahami fungsi WhatsApp Business sebagai alat pemasaran gratis namun efektif. Materi yang disampaikan mencakup pembuatan akun bisnis, penataan katalog produk, penggunaan label pelanggan, balasan cepat, jam operasional, hingga tips komunikasi profesional dengan pelanggan.

Kegiatan ini dilaksanakan dibawah bimbingan dosen lapangan KKN-T Tim 104 Universitas Diponegoro, Fajrul Falah, S.T., M.T. dan Riris Mahanani, S.T., M.T., sebagai bagian dari Program Kerja Sosial Kemasyarakatan bidang pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi.

Sesi Sosialisasi kepada pelaku UMKM RT 02 RW 03 Kelurahan Pedurungan Kidul.

Selain meningkatkan literasi digital, sosialisasi ini juga mendorong kemandirian UMKM agar lebih percaya diri menghadapi era digitalisasi. WhatsApp Business memberi peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen di luar lingkungan sekitar, tanpa harus bergantung pada platform berbayar.

Respon warga sangat positif. Para pelaku UMKM mengaku terbantu dengan pelatihan ini karena memberikan pengetahuan baru yang langsung bisa diterapkan. Ketua RT 02 RW 03, selaku tokoh masyarakat setempat, menyampaikan,

“Untuk Sosialisasi kepada UMKM sendiri, ini sangat bagus. Memberikan edukasi dan semangat kepada warga agar bisa lebih maju mengembangkan UMKM-nya.”

Dengan kegiatan ini, mahasiswa KKN UNDIP tak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir pelaku UMKM agar lebih terbuka terhadap transformasi digital. Langkah kecil ini menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan, karena ketika UMKM tumbuh dan produk lokal lebih terdistribusi dengan baik, maka ketahanan ekonomi dan ketersediaan pangan masyarakat juga ikut meningkat.

Editor: Handayat