JATENGKU.COM, SEMARANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip), Ahmad Ibnu Naufal, melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Sosialisasi Kebijakan MDR dan Pembuatan QRIS untuk UMKM Digital” yang menyasar pelaku UMKM di Dusun Sironjang, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (1/7/2025) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat desa, khususnya dalam memahami kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) dan penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran nontunai.
Acara yang berlangsung di Balai Desa RT 04/RW 01 tersebut dihadiri oleh 16 peserta, yang terdiri dari pelaku usaha mikro,dan pengelola warung. Sosialisasi ini dipandu oleh mahasiswa KKN FEB Undip yang menyampaikan materi secara interaktif, mulai dari pengertian MDR, manfaat QRIS, hingga praktik langsung pembuatan akun QRIS melalui penyedia jasa resmi.
“Kami melihat bahwa masih banyak pelaku UMKM di desa yang belum memahami sistem pembayaran digital dan kebijakan MDR. Padahal, QRIS bisa sangat mempermudah transaksi, dan MDR bukanlah potongan yang merugikan, melainkan bagian dari sistem yang mendukung keamanan serta efisiensi,” ungkap Ibnu, mahasiswa KKN yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.

Materi yang disampaikan mencakup, struktur biaya MDR yang hanya sebesar 0,3% untuk transaksi UMKM, serta bagaimana sistem ini diawasi langsung oleh Bank Indonesia. Peserta juga diperkenalkan dengan cara membuat akun QRIS, memilih penyedia yang resmi, serta tips mengoptimalkan pembayaran digital untuk usaha kecil.
Sesi sosialisasi dilengkapi dengan pembagian booklet informasi seputar QRIS dan MDR, yang disusun dengan bahasa sederhana dan ilustrasi visual untuk memudahkan pemahaman masyarakat. Sebagian besar peserta terlihat antusias, bahkan langsung mencoba mengunduh aplikasi dan mendaftar QRIS secara mandiri dengan bimbingan mahasiswa.
Ketua RT 04, Bapak Roi, mengapresiasi kegiatan ini. “Pelaku usaha kecil di sini belum banyak yang tahu tentang potongan MDR dan manfaat QRIS. Dengan sosialisasi ini, saya harap mereka bisa lebih siap mengikuti perkembangan zaman dan tidak ragu menggunakan teknologi,” tutur beliau.
Poster “Mengenal QRIS” juga dibagikan kepada peserta dan ditempelkan di beberapa titik strategis lingkungan RW 01 sebagai bentuk kampanye literasi digital berkelanjutan.
Program sosialisasi ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro yang dilaksanakan oleh Ahmad Ibnu Naufal sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, di bawah bimbingan dan pengawasan akademik dari Prof. Ir. Bambang Sulistiyanto, M. Agr.Sc., Ph.D., IPU. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.
Acara ditutup dengan sesi diskusi tanya-jawab, dimana para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar jenis usaha yang bisa menggunakan QRIS, cara memantau laporan transaksi, dan strategi agar usaha tetap untung meski dikenakan MDR. Para peserta juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa bisa dilakukan secara berkala dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha di wilayah Pakintelan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T berharap dapat mendorong transformasi digital ekonomi lokal, memperkuat daya saing UMKM, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya adaptasi terhadap teknologi finansial di era serba digital.
Penulis: Ahmad Ibnu Naufal, Mahasiswa Program Studi Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro
DPL: Prof. Ir. Bambang Sulistiyanto, M. Agr.Sc., Ph.D., IPU.
Lokasi: Dusun Sironjang, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang











