JATENGKU.COM, SEMARANG — Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Diponegoro menyimpan potensi yang besar dalam mengembangkan produk-produk berbasis tanaman atsiri. Meskipun demikian, pengembangan produk berbasis tanaman atsiri di KHDTK masih terbatas.
Dalam mengatasi permasalahan tersebut, hadir program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Iptek Bagi Desa Binaan Undip (IDBU) yang dilaksanakan oleh Tim 61 dengan tajuk “Aplikasi Teknologi Produk berbasis Rempah Atsiri untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dan Pengentasan Kemiskinan di sekitar KHDTK Penggaron” yang dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2025 hingga 6 Agustus 2025. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari skema penugasan pengabdian kepada masyarakat Surat Tugas Rektor Nomor 274-058/UN7.D2/PM/IV/2025.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan berbagai diversifikasi produk berbasis bahan kering dari tanaman atsiri. Mohammad Imam Muzaki, mahasiswa program studi S1 Bioteknologi Universitas Diponegoro yang tergabung ke dalam tim tersebut merancang produk inovatif berupa essential oilspotpourri berbahan dasar tanaman atsiri yang tumbuh di wilayah KHDTK Universitas Diponegoro.
Potpourri adalah campuran bahan-bahan kering organik, seperti bunga, daun, rempah-rempah, dan kulit buah, yang memiliki aroma harum dan digunakan sebagai pengharum ruangan.
Produk essential oils potpourri dipilih karena bahan baku berupa berbagai jenis tanaman tersedia secara luas di wilayah KHDTK Universitas Diponegoro, seperti bunga-bungaan, daun-daun tanaman atsiri yang menghasilkan aroma harum, dan berbagai bahan pendukung lainnya.
Potpourri berbasis minyak atsiri tersebut dikembangkan melalui tahapan ekstraksi minyak atsiri dari tanaman atsiri dan pengeringan bahan baku berupa bunga, daun, rempah-rempah, dan bahan lainnya.
Selanjutnya bahan-bahan kering dicampur dan dikemas dalam wadah seperti pouch ataupun toples kaca kecil, dengan penambahan beberapa tetes minyak atsiri. Potpourri yang telah jadi dapat digunakan sebagai pengharum, baik untuk pengharum ruangan hingga pengharum mobil.
Produk yang potpourri yang telah dirancang, diperkenalkan kepada masyarakat, khususnya kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) KHDTK Universitas Diponegoro dalam rangkaian sosialisasi. Dalam rangkaian kegiatan tersebut ibu-ibu KWT sangat antusias tentang produk yang disosialisasikan.
Di akhir kegiatan, Ibu Warsini selaku salah satu anggota KWT mengucapkan terima kasih atas diselenggarakannya kegiatan ini di KHDTK Universitas Diponegoro. Ia mengaku bahwa kegiatan ini telah memberikan wawasan baru
Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan potensi lokal, potpourri diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif produk yang dapat dikembangkan sebagai peluang usaha untuk meningkatkan taraf ekonomi oleh masyarakat sekitar wilayah KHDTK.










