Global Taste for Young Minds, Mahasiswa KKN UND...

Global Taste for Young Minds, Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Siswa SDN Pedurungan Kidul 02 Sadar Pangan Sejak Dini

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 104 Universitas Diponegoro (UNDIP) dari jurusan Bahasa Asing Terapan, Shinta Dyah Kusumastuti, di bawah bimbingan Bapak Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum. dan Ibu Riris Triani, S.S., M.Hum sukses melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan bertajuk “Inspirasi Antarbudaya: Meningkatkan Self-awareness terkait Ketahanan Pangan melalui Budaya Asing” kepada siswa kelas 5 SDN Pedurungan Kidul 02.

Program yang dilaksanakan pada Kamis (24/7/2025) ini merupakan bagian dari upaya KKN-T 104 UNDIP untuk mendekatkan masyarakat khususnya anak-anak SD dengan isu global salah satunya ketahanan pangan melalui pendekatan lintas budaya yang menyenangkan dan edukatif.

Dengan latar belakang keilmuan di bidang bahasa dan budaya asing, Shinta mengangkat tema ketahanan pangan dengan menghubungkannya ke kebiasaan makan anak-anak dunia dan pola konsumsi sadar pangan dari berbagai negara, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Inggris.

Kegiatan sosialisasi menerapkan konsep fun learning untuk memudahkan siswa menerima informasi baru dengan tetap menyesuaikan kemampuan memahami dan berpikir mereka. Serangkaian kegiatan interaktif diberikan kepada siswa-siswi kelas 5A, seperti presentasi yang dikemas dengan konsep fun learning, kuis budaya pangan dunia, dan kebiasaan makan anak-anak dunia yang mendukung upaya kesadaran diri untuk bijak konsumsi makanan dari piring sendiri.

Permainan interaktif “Save me or Leave me” dengan flashcards sebagai media bantu ajar turut dihadirkan untuk memeriahkan kegiatan sosialisasi. Masing-masing siswa berpasangan dengan teman sebangkunya dan harus menentukan bahan makanan mana yang masih layak diolah (Save me!) dan bahan apa yang harus dibuang karena tidak layak konsumsi (Leave me!).

Global Taste for Young Minds, Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Siswa SDN Pedurungan Kidul 02 Sadar Pangan Sejak Dini
Para siswa kelas 5B SDN Pedurungan Kidul 02 tampak antusias saat maju secara bergantian mengikuti permainan edukatif “Save Me or Leave Me” yang dirancang untuk mengenalkan konsep ketahanan pangan melalui bahan makanan sehari-hari.

Ketika memilih kotak Save Me!, siswa akan diberikan kesempatan untuk mencoba membuat kreasi makanan apa yang bisa diolah dengan bahan makanan tersebut. Dengan antusias, bahkan sebelum saya melontarkan pertanyaan, salah seorang siswa mengatakan, “bikin nasi goreng buat sarapan.” ungkapnya sembari mengangkat flashcards bergambar nasi dingin di kulkas.

Ia tersenyum dan berlari kembali ke bangkunya. Ada pula yang dengan tersipu malu, maju ke depan sembari membawa flashcards bergambar roti yang mulai keras. Dengan malu-malu ia berkata, “ini bisa dipanggang, kasih mentega sama gula, buat sarapan.”

Melihat antusias anak-anak, saya sangat mengapresiasi keberanian dan kreativitas dari masing-masing siswa yang tanpa mereka sadari, hal itu menunjukkan telah tumbuh kesadaran akan ketahanan pangan dari dalam diri mereka.

Guru Kelas 5, Ibu Kamila Nisa, S.P.d., turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. “Saya berterima kasih atas pengetahuan dan materi literasi yang diberikan melalui kegiatan sosialisasi. Siswa-siswi mendapatkan tema literasi baru yang berbeda dengan materi sehari-hari. Mereka sangat antusias selama kegiatan berlangsung. Sukses selalu untuk KKN UNDIP. ” ujar Ibu Kamila seusai kegiatan sosialisasi.

Program ini menjadi salah satu contoh sinergi antara ilmu kebahasaan, pemahaman budaya, dan isu-isu keberlanjutan seperti ketahanan pangan yang dikemas ke dalam pengajaran yang menyenangkan dan kreatif oleh mahasiswa KKN-T 104 untuk lebih berterima dengan sudut pandang anak-anak kelas 5 SD.

Dengan mengusung semangat “Kuatkan Pangan Lokal, Tumbuh Harapan Global”, kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat lebih mengenalkan kepada siswa, bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga soal kesadaran akan pilihan makanan dari piring sendiri, kebiasaan makan, dan warisan budaya yang menyertainya.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan