JATENGKU.COM, SEMARANG — Ketahanan pangan tidak selalu harus diajarkan lewat buku teks saja, melainkan edukasi ketahanan pangan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Siti Maghfiroh, mahasiswi program studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yakni Riris Tiani, S.S., M.Hum., dan Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum. menggelar program sosialisasi “Edukasi Ketahanan Pangan Melalui Board Games” pada hari Kamis (24/07/2025). Kegiatan ini ditujukan kepada anak-anak kelas 5 di SD N 2 Pedurungan Kidul.
Mahasiswa KKN-T TIM 104 Universitas Diponegoro membuktikan bahwa edukasi bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan melalui program “Edukasi Ketahanan Pangan melalui Board Games” di SD 2 Pedurungan Kidul. Kegiatan ini menjadi bentuk inovasi pembelajaran yang interaktif dan kreatif untuk memperkenalkan konsep pangan sehat dan berkelanjutan kepada anak-anak sejak usia dini.
Ketahanan pangan memainkan peran penting di dalam dunia pendidikan karena ketahanan pangan berkaitan dengan kecukupan gizi serta kesehatan. Board game yang digunakan dalam kegiatan ini dirancang khusus agar sesuai dengan dunia anak-anak SD. Dalam bentuk permainan yang penuh warna dan tantangan, siswa-siswi diajak memahami pentingnya makanan bergizi, asal-usul bahan pangan, serta cara menjaga lingkungan agar tetap produktif. Permainan ini tak hanya menghibur, tapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis dan kerja sama tim.

Board game edukatif yang digunakan dalam permainan yakni berbentuk ular tangga. Permainan klasik yang sudah akrab di kalangan anak-anak ini dikemas ulang dengan tema ketahanan pangan. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak-anak diajak belajar sambil bermain, mengenal pentingnya makan bergizi seimbang.
Dalam permainan ini, terdapat petak ular tangga yang berisi pertanyaan. Pertanyaan tersebut berasal dari kartu pertanyaan yang harus dijawab dengan benar oleh pemain. Kartu pertanyaan berisi seputar ketahanan pangan.
Kartu jawaban juga disediakan dalam permainan ini sebagai acuan tepat atau tidaknya jawaban para pemain. Melalui kartu pertanyaan terkait ketahanan pangan, anak-anak dapat mengetahui pentingnya hidup sehat melalui makanan yang mereka makan.
Guru-guru di sekolah pun menyambut baik kegiatan ini dan berharap board game bisa digunakan terus sebagai media belajar alternatif di kelas. “Terima kasih atas pengetahuan dan keterampilan untuk putra/putri di kelas V SDN Pedurungan Kidul 02 terutama terkait tentang ketahanan pangan. Program ini sangat bermanfaat dan siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Semoga kedepannya mahasiswa KKN Undip bisa lebih maju dan kreatif lagi.” Ujar Kamila Nisa, S.Pd (Guru Kelas VB)
Program ini menjadi bukti bahwa edukasi dapat dikemas secara kreatif dan menyenangkan. Mahasiswa Undip berharap, dengan pendekatan seperti ini, pesan-pesan penting tentang pangan akan lebih mudah diterima dan diingat oleh generasi muda.
Dengan adanya semangat kolaborasi dan inovasi, mahasiswa KKN-T 104 Undip berhasil menunjukkan bahwa pembelajaran terkait ketahanan pangan dapat dimulai dari hal sederhana yakni melalui sebuah permainan.
Semoga inisiatif ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus menghadirkan cara-cara kreatif dalam menanamkan nilai-nilai keberlanjutan sejak dini.









