JATENGKU.COM, SEMARANG – Seringkali anak kesulitan dalam membaca maupun menerima informasi tentang gizi seimbang. Melalui pendekatan interaktif dan metode bercerita yang menyenangkan. Program ini lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap rendahnya literasi gizi anak dan maraknya kebiasaan makan tidak sehat di kalangan genari muda.

Ana Rif’atin Nurul Izzah Puspitasari, mahasiswi program studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yakni Riris Tiani, S.S., M.Hum., dan Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum. menggelar program sosialisasi literasi pangan kreatif pada Minggu (20/07/2025). Kegiatan sosialisasi ini tertuju pada anak-anakk SD yang ada di RT 02 RW 03 dengan kualifikasi sudah bisa membaca.

Sosialisasi ini dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Dimulai dengan pengenalan diri masing-masing anak dan yel-yel untuk menambah semangat. Berbeda dengan pendekatan edukasi gizi konvensional, program yang diciptakan Ana menggunakan teknik storytelling dengan membagikan selebaran terkait informasi gizi dan juga menampilkan poster besar sebagai media visual utama terkait ciri khas setiap gizi yang mudah dipahami.

Kak Protein berwarna merah menyela dengan pesan “Aku tinggal di dalam telur, ikan, dan tahu! Aku membantu membangun otot dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak”. Pendekatan ini terbukti efektif karena anak-anak lebih mudah mengingat informasi gizi melalui karakter-karakter yang menarik dan cerita yang mudah dipahami. Program ini juga mengajarkan anak-anak cara membaca informasi gizi pada kemasan makanan, sebuah keterampilan literasi pangan yang sangat penting di era modern.

Dokumentasi dengan Salah Satu Anak yang Berhasil Menjawab Quiz.

Setelah sesi storytelling selesai, Ana memberikan beberapa pertanyaan seputar ciri-ciri gizi yang sudah dibacakan. Beberapa anak sangat antusias ingin menjawab, dan sangat fokus dalam menyimak pertanyaan. Semua jawaban yang diberikan pun, benar. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa bentuk literasi kreatif sangat berpengaruh dalam pembelajaran anak.

“Harapannya, dari adanya kegiatan sosialisasi edukasi ini, anak-anak bisa lebihh mudah mengingat dan dapat dengan mudah mengingat ciri-ciri setiap gizi. Semoga anak-anak bisa lebih sadar terhadap makanan yang mereka makan agar dapat memenuhi gizi yang seimbang,” tambah Ana.

Keterlibatan langsung anak-anak serta para orangtua dalam kegiatan ini membuat suasana menjadi lebih istimewa. Program ini juga mendapat respon positif dari masyarakat dan ketua RT 02 mengaku terkesan. “Program kerja yang diberikan sangat bagus sekali, dapat mengedukasi anak-anak, saat mengikuti kegiatan juga anak-anak bersemangat” ujar Pak Agus selaku ketua RT 02 RW 03.

Editor: Handayat