JATENGKU.COM, BATANG — Hayyu Azzahra dan Satrio Gilang, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim 41 Dusun Cepoko melaksanakan kegiatan penjaringan aspirasi petani di Dusun Cepoko, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Kegiatan yang dilakukan pada Kamis, 17 Juli 2025 ini bertujuan untuk menggali berbagai aspirasi dan permasalahan yang dihadapi para petani jagung setempat. Penjaringan aspirasi dilakukan dengan metode wawancara langsung kepada petani aktif untuk memperoleh informasi mengenai kendala- kendala yang mereka rasakan selama ini dalam menjalankan usaha tani.

Berdasarkan hasil penjaringan aspirasi, mahasiswa KKN menemukan bahwa para petani menghadapi beberapa permasalahan utama, antara lain harga pupuk yang mahal dan prosedur administrasi subsidi yang rumit, sulitnya akses irigasi karena lahan hanya mengandalkan air hujan, serta serangan hama dan penyakit tanaman seperti tikus, ular, dan jamur yang mengganggu produktivitas jagung mereka.

Mahasiswi KKN UNDIP Hayyu Azzahra mendengarkan keluhan petani terkait harga pupuk dan kesulitan pengendalian hama dalam kegiatan penjaringan aspirasi pertanian di Dusun Cepoko, Kabupaten Batang.

Selain itu, para petani juga mengeluhkan kondisi cuaca yang tidak menentu akibat perubahan iklim, sehingga mereka kesulitan menentukan pola tanam yang tepat. Masalah-masalah tersebut berdampak langsung pada menurunnya hasil panen dan kesejahteraan petani.

Menindaklanjuti hasil penjaringan aspirasi tersebut, mahasiswa KKN menyusun sebuah tulisan ilmiah yang berisi analisis mendalam mengenai kendala petani berdasarkan perspektif hukum dan kebijakan pertanian.

Dalam tulisan tersebut, mahasiswa menganalisis berbagai kebijakan yang terkait, seperti Permentan Nomor 15 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, Perda Kabupaten Batang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cadangan Pangan, serta Perbup Nomor 40 Tahun 2014 tentang Alih Fungsi Lahan Pertanian.

Analisis tersebut menemukan adanya disharmoni antara kebijakan dengan implementasi di lapangan, seperti prosedur subsidi pupuk yang sulit diakses petani karena belum tergabung dalam kelompok tani formal, serta minimnya pembangunan irigasi untuk lahan tadah hujan yang mendominasi wilayah Desa Tumbrep.

Selain analisis, tulisan ilmiah tersebut juga memuat rekomendasi kebijakan pertanian ke depan yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan petani Dusun Cepoko.

Rekomendasi tersebut di antaranya menyederhanakan prosedur administrasi subsidi pupuk dan memperluas akses pendaftaran petani, pembangunan infrastruktur irigasi desa seperti embung atau sumur dalam, pelatihan rutin budidaya jagung ramah lingkungan dan pengendalian hama terpadu, pembentukan koperasi tani atau optimalisasi BUMDes untuk pembelian pupuk dan pestisida secara kolektif, serta pengawasan harga pupuk dan hasil panen di tingkat pengecer dan tengkulak.

Dengan adanya rekomendasi tersebut, diharapkan kebijakan pertanian ke depan dapat lebih inklusif, efektif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara nyata.

Sebagai tindak lanjut, tulisan ilmiah yang telah disusun mahasiswa KKN Undip tersebut diserahkan kepada Kepala Desa Tumbrep untuk dapat digunakan sebagai salah satu bahan penunjang dalam merumuskan kebijakan pembangunan pertanian desa di masa mendatang.

Mahasiswa KKN berharap, aspirasi dan rekomendasi yang telah dihimpun dapat menjadi dasar penyusunan program pertanian desa yang berkelanjutan, berbasis kebutuhan lokal, dan mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani Dusun Cepoko khususnya dan Desa Tumbrep pada umumnya.

Editor: Handayat