Internalisasi Budaya 5S Jepang dalam Pengelolaa...

Internalisasi Budaya 5S Jepang dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Mahasiswa KKN UNDIP Hadirkan Program Sosialisasi dan Pendampingan Masyarakat Desa Jogoprayan

Ukuran Teks:

Desa Jogoprayan, Kec. Gantiwarno, Kab. Klaten (23/01/2026) – Desa Jogoprayan, Kabupaten Klaten, menjadi lokasi pelaksanaan salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNDIP yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Jogoprayan melaksanakan program “Internalisasi Budaya 5S Jepang dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga”. Program ini merupakan program Zahra Maulia Putri, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, sebagai bentuk penerapan nilai budaya Jepang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa.

Kegiatan ini berangkat dari permasalahan umum yang masih dihadapi warga, yaitu kebiasaan mencampur sampah organik dan anorganik serta kurangnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dari sumber rumah tangga. Melalui pendekatan budaya, program ini memperkenalkan konsep 5S Jepang, yaitu Seiri (ringkas), Seiton (rapi), Seiso (resik), Seiketsu (rawat), dan Shitsuke (disiplin), sebagai nilai dasar dalam membangun perilaku hidup bersih dan tertib.

WhatsApp-Image-2026-02-05-at-15.03.33
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung pengelolaan limbah rumah tangga melalui pembuatan Eco Enzyme di Desa Jogoprayan. (dok. KKN Kelompok 93 Undip)

Sosialisasi dilaksanakan dengan metode penyampaian materi yang komunikatif dan kontekstual, disertai contoh nyata penerapan 5S dalam aktivitas rumah tangga, khususnya pada proses pemilahan sampah. Masyarakat diajak untuk memahami bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar kegiatan membuang, tetapi merupakan kebiasaan yang mencerminkan kedisiplinan dan tanggung jawab bersama.

Selain sosialisasi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pendampingan langsung kepada warga, terutama dalam praktik memilah sampah organik dan anorganik. Pendampingan dilakukan secara bertahap agar masyarakat dapat membiasakan diri menerapkan prinsip 5S secara konsisten di lingkungan rumah masing-masing.

Melalui program ini, diharapkan nilai-nilai budaya 5S Jepang dapat terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat Desa Jogoprayan dan menjadi kebiasaan jangka panjang. Program ini juga menjadi wujud kontribusi mahasiswa KKN dalam menggabungkan keilmuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat, demi terciptanya lingkungan desa yang bersih, tertata, dan berkelanjutan.

Penulis: Zahra Maulia Putri, Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang
Dosen Pembimbing Lapangan: Ichlasul Ayyub, S.S., M.Si.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan