Keberhasilan Program KKN Tematik Kemindiktisain...

Keberhasilan Program KKN Tematik Kemindiktisaintek Universitas Diponegoro dan Universitas PGRI Semarang di Desa Kesongo: Bangkitkan Semangat Wirausaha Melalui Komunitas dan Pelatihan Anyaman Bambu

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Kabupaten Semarang – Dua program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang digagas oleh mahasiswa Universitas Diponegoro dan Universitas PGRI Semarang sukses membawa angin segar bagi masyarakat Desa Kesongo. Program tersebut menyoroti potensi lokal melalui pemanfaatan bambu, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif di desa tersebut. Program yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek melalui Nomor Kontrak Induk : 062/C3/DT.05.00/PM/2025 dan Nomor Kontrak Turunan : 360-02/UN&.D2.1/PM/V/2025 telah berhasil membawakan manfaat yang nyata yang keberlanjutan untuk masyarakat Desa Kesongo, terutama para pengrajin bambu desa kesongo.

Keberhasilan Program KKN Tematik Kemindiktisaintek Universitas Diponegoro dan Universitas PGRI Semarang di Desa Kesongo: Bangkitkan Semangat Wirausaha Melalui Komunitas dan Pelatihan Anyaman Bambu

Keberhasilan Program KKN Tematik Kemindiktisaintek Universitas Diponegoro dan Universitas PGRI Semarang di Desa Kesongo: Bangkitkan Semangat Wirausaha Melalui Komunitas dan Pelatihan Anyaman Bambu

Program pertama yang berhasil direalisasikan adalah pembentukan Komunitas Pengrajin Bambu Desa Kesongo, yang kini resmi berdiri dengan kepemimpinan Pak Mahdi Sofi, seorang pengrajin sekaligus pemilik Bembo Art, usaha kerajinan bambu yang telah lama dikenal di kawasan tersebut. Dalam mendukung pengembangan komunitas ini, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak universitas dan masyarakat desa.

Tidak hanya secara simbolis, kerja sama ini juga diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan alat produksi berupa reciprocating saw, bor listrik, gerinda, serta alat pembelah bambu. Peralatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil kerajinan bambu yang dihasilkan oleh para anggota komunitas.

Program kerja tersebut dihadiri pula oleh Pak Supriyadi, S.Pd. selaku kepala desa Kesongo dan para dosen pembimbing dari Universitas Diponegoro dan Universitas PGRI yaitu Dr. Hari Susanta Nugraha, S.Sos., M.Si. beserta anggota dosen Ir. Kustopo Budiraharjo, M.P. dan Dr. Bayu Kurniawan, S.Kom., M.M., serta didampingi oleh pendamping lapangan Hafiz Rama Devara, S.Tr.T., M.T. yang turut memastikan kelancaran pelaksanaan di lapangan.

Hari, selaku dosen pembimbing, menyampaikan bahwa program ini bukan sekedar kegiatan mahasiswa melainkan upaya nyata atas pengabdian yang sesuai dengan Tri Dharma perguruan tinggi. “Melalui Program Kerja ini, tim KKN Undip dan Upgris berharap menghasilkan suatu dampak dan manfaat yang nyata bagi para pengrajin bambu untuk meningkatkan ekonomi masing-masing dan ekonomi Desa Kesongo itu sendiri,” ujarnya.

Keberhasilan Program KKN Tematik Kemindiktisaintek Universitas Diponegoro dan Universitas PGRI Semarang di Desa Kesongo: Bangkitkan Semangat Wirausaha Melalui Komunitas dan Pelatihan Anyaman Bambu

Keberhasilan Program KKN Tematik Kemindiktisaintek Universitas Diponegoro dan Universitas PGRI Semarang di Desa Kesongo: Bangkitkan Semangat Wirausaha Melalui Komunitas dan Pelatihan Anyaman Bambu

Program kerja kedua tak kalah menarik, yaitu pelatihan pembuatan anyaman bambu berupa keranjang, yang diikuti oleh para anggota Karang Taruna Desa Kesongo. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Islam Negeri Salatiga (UIN Salatiga), dan kelompok karang taruna yang dipimpin oleh Mas Firman.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan ini didampingi langsung oleh Pak Mahdi Sofi, yang memberikan panduan teknis sekaligus inspirasi bagi para peserta agar lebih mengenal dan mencintai potensi lokal desanya. Menurut Mas Firman, meningkatkan ekonomi desa Kesongo dengan kerajinan bambu tidak hanya terpusat kepada para pengrajinnya, melainkan juga dengan anak-anak muda Desa Kesongo. “Dengan meningkatkan minat serta kemampuan anak-anak muda Desa Kesongo melalui Karang Taruna maka akan menciptakan kekuatan potensi kerajinan bambu di Desa Kesongo lebih besar dan berkelanjutan,” Ujarnya.

Koordinator tim pengrajin KKN, Nathaniel Jonathan, menyampaikan rasa apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Desa Kesongo. “Saya mewakili para mahasiswa KKN-T Kemendiktisaintek Desa Kesongo sangat berterimakasih kepada seluruh pengrajin dan juga Karang Taruna Desa Kesongo atas semangat yang telah diberikan untuk program-program kerja kami. Disini kami berharap bahwa segala upaya dan inovasi kami bisa melekat di Desa Kesongo dan menjadi suatu momen yang tidak akan terlupakan. “ Ucapnya.

Kedua program ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat setempat. Antusiasme warga, terutama kalangan anak muda, menunjukkan bahwa potensi bambu sebagai sumber daya lokal masih sangat besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Harapannya, melalui program-program ini, Desa Kesongo dapat tumbuh menjadi sentra kerajinan bambu yang tak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menjangkau pasar nasional, bahkan internasional.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan