JATENGKU.COM, Boyolali – Kelompok 3 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 34 Universitas Diponegoro yang beranggotakan sembilan mahasiswa melaksanakan serangkaian program penguatan UMKM Kumala Snack di Desa Teras, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas proses produksi, inovasi produk, efisiensi operasional, serta penguatan manajemen usaha guna mendukung keberlanjutan UMKM.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Asa Putra Wardana berkontribusi melalui modifikasi oven gas dengan penambahan sistem timer sebagai pengatur durasi pemanggangan untuk meningkatkan konsistensi hasil produksi. Rama Adi Prasetyo turut menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeliharaan preventif oven gas guna menjaga keandalan serta keselamatan operasional peralatan produksi.

Upaya keberlanjutan usaha dilakukan oleh Aulia Azizah melalui pendampingan pengelolaan sisa minyak goreng (jelantah) secara tepat sebagai bagian dari perencanaan usaha yang berwawasan lingkungan. Sementara itu, Junistya Tri Hanandya Putri berperan dalam pengembangan produk UMKM berbasis potensi komoditas lokal melalui pendampingan pemanfaatan bahan lokal untuk meningkatkan nilai tambah produk.
Inovasi produk juga dikembangkan oleh Natalia Lydia Efrata Simbolon melalui penerapan inovasi low free water filling untuk meningkatkan umur simpan pie susu. Program ini diperkuat oleh Yurieka Berliana melalui standardisasi proses produksi pie susu dengan optimasi parameter pemanggangan serta verifikasi mutu fisik produk agar kualitas produk lebih seragam dan terjaga.


Pada aspek distribusi, Sasa Aliya Putri melakukan optimalisasi distribusi bahan baku melalui analisis rute dan sosialisasi efisiensi transportasi guna menekan biaya logistik. Josephira berkontribusi dalam standardisasi alur kerja produksi melalui penyusunan prosedur operasional penggunaan alat sehingga proses kerja menjadi lebih tertata dan efisien. Selain itu, Muhammad Rizqy Aulia melengkapi program melalui analisis biaya produksi dan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) pie dan onde-onde sebagai dasar pengambilan keputusan dalam peningkatan kapasitas produksi serta kelayakan inovasi produk.

Ketua Kelompok 3 KKN-T Tim 34 Universitas Diponegoro, Muhammad Rizqy Aulia, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM. “Kami berupaya menghadirkan solusi yang mudah diterapkan dan sesuai dengan kebutuhan UMKM Kumala Snack. Harapannya, program yang kami jalankan tidak hanya membantu selama kegiatan KKN berlangsung, tetapi juga dapat terus dimanfaatkan oleh pelaku usaha dalam jangka panjang,” ujarnya.
Pelaku Usaha Kumala Snack, Ibu Sumiati, juga menyampaikan apresiasinya terhadap program yang telah dilaksanakan. “Saya sangat terbantu dengan pendampingan dari mahasiswa KKN. Proses produksi sekarang lebih teratur, kualitas produk lebih konsisten, dan saya jadi lebih paham cara menghitung biaya produksi serta mengembangkan produk ke depannya,” tuturnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kelompok 3 KKN-T Tim 34 Universitas Diponegoro berharap dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi pengembangan UMKM Kumala Snack di Desa Teras, sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan ekonomi lokal.







