JATENGKU.COM, SEMARANG — Selain menghadirkan inovasi Greencycle, Ecobin, dan Terra. Tim KKN-T Universitas Diponegoro (UNDIP) 166 juga menginisiasi pembuatan lubang resapan biopori (LRB) yang merupakan salah satu bagian dari Kegiatan Program WCU & SDG’S FT UNDIP. Program ini dilakukan di beberapa titik strategis di lingkungan Fakultas Teknik UNDIP. Inovasi sederhana ini memiliki peran ganda: mengurangi genangan air di musim hujan sekaligus mengubah sampah organik menjadi pupuk composter yang berguna bagi tanaman di sekitar kampus.
Pada periode KKN ini, Tim KKN-T 166 berhasil menciptakan 26 titik LRB yang tersebar di berbagai area Fakultas Teknik, termasuk taman, area pepohonan, dan lokasi yang rawan genangan. Penyebaran lubang ini dilakukan secara merata agar manfaatnya dapat dirasakan di seluruh lingkungan kampus, baik untuk penyerapan air hujan maupun penyuburan tanah.
Lubang resapan biopori yang dibuat memiliki kedalaman ±55 cm dan diameter sekitar 50cm, sesuai standar efisiensi daya serap tanah. Setiap lubang dilengkapi dengan penutup dari bahan ramah lingkungan agar aman dari gangguan hewan dan tidak membahayakan aktivitas di area sekitarnya.
Prinsip kerja biopori cukup sederhana namun efektif. Lubang yang dipenuhi sampah organik seperti daun kering, sisa sayuran, atau limbah dapur akan menjadi habitat mikroorganisme tanah serta fauna kecil seperti cacing. Aktivitas mereka akan memperbesar pori-pori tanah, sehingga meningkatkan daya serap air. Selain itu, proses penguraian sampah organik menghasilkan kompos alami yang secara bertahap menyuburkan tanah di sekitar lubang.

Ketua Tim KKN-T 166 menjelaskan bahwa pembuatan lubang resapan biopori merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa biaya besar. Dengan peralatan dasar seperti bor tanah, buis beton, dan penutup lubang, proses pembuatannya hanya memerlukan waktu beberapa menit per titik. Ketika sudah bisa digunakan hasil dari LRB ini pula akan dijadikan pupuk composter yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal.
“Semoga kegiatan LRB Composter ini bisa memberi manfaat besar untuk Fakultas Teknik Undip dan juga bisa mencapai tema SDG’S KKN Universitas Diponegoro”, harap Kevin yang menjadi koordinator untuk program kerja LRB.
Program ini juga menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa dan staf kampus, bahwa pengelolaan lingkungan tidak selalu membutuhkan teknologi canggih. Metode sederhana seperti biopori mampu memberikan manfaat nyata dalam jangka panjang, mulai dari mengurangi potensi banjir lokal, menjaga kelembapan tanah, hingga memperbaiki kualitas ekosistem kampus.
Program ini diinisiasi oleh Mahasiswa/i KKN Tematik Tim 166 dan Dosen Pembimbing yang terdiri dari tiga dosen pembimbing, yaitu Ibu Dr. Ling Ir. Sri Sumiyati, S.T., M.Si., IPM., ASEAN Eng.; Ibu Dr. Ir. Anik Sarminingsih, M.T., IPM., ASEAN Eng.; serta Bapak Adnan Fauzi, S.T., M.Kom.
