JATENGKU.COM, Kab. Semarang — Mahasiswa KKN Tematik Tim 07 Universitas Diponegoro menginisiasi pemetaan geospasial di Desa Glawan untuk mendukung manajemen destinasi wisata yang berkelanjutan. Fokus pemetaan meliputi inventarisasi aset potensi desa serta perancangan jalur evakuasi yang terintegrasi.
Sesuai arahan tim pembimbing—Dr. Amni Zarkasyi Rahman, Junjung Sahala, S.Sos., M.A.P., dan Damaris Bernike Bellastuti, M.A.—kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan instrumen monitoring yang akurat guna menjamin efektivitas perencanaan ruang dan keamanan wisatawan di Desa Glawan.
Dalam penyusunan peta, terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa diawali dengan survei lapangan untuk pengambilan data titik-titik potensi desa, meliputi lokasi wisata, homestay, dan UMKM.
Pada pemetaan mitigasi bencana, mahasiswa terlebih dahulu melakukan identifikasi dan pemetaan kawasan rawan bencana yang ada di Desa Glawan sebagai titik potensi terjadinya bencana. Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, selanjutnya dilakukan pengolahan data untuk titik evakuasi dan jalur evakuasi dengan mempertimbangkan ketersediaan fasilitas umum.
Guna memvalidasi data, mahasiswa kembali melakukan observasi lapangan untuk melihat titik kumpul dan jalur evakuasi yang dihasilkan telah sesuai dengan kondisi eksisting. Validasi kedua dilaksanakan bersama stakeholder yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Semarang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang untuk memastikan bahwa teknis penyusunan yang dilakukan sudah tepat dan sesuai dengan kebutuhan desa.
“Perlu adanya identifikasi lebih lanjut terkait arah bencana longsor, siapa karbannya dan apakah akan menimbulkan kerugian pada area permukiman” Ungkap pihak Bapperida dan DLH.
Hasil utama dari kegiatan ini adalah tersusunnya Peta Mitigasi Bencana dan Peta Daya Tarik Wisata Desa Glawan yang kemudian dicetak dan dipasang pada plang informasi di titik lokasi strategis yang berada pada area Lapangan Desa Glawan sehingga dapat diakses dan dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Kedua peta ini disahkan secara resmi oleh Bapak Agus Supriyadi selaku Kepala Desa Glawan pada Sabtu, 07 Februari 2026.

Adanya program Pemetaan Geospasial Potensi Wisata dan Jalur Evakuasi di Desa Glawan ini dapat memberikan dampak-dampak nyata terhadap perkembangan Desa Glawan sebagai desa wisata, yakni meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana melalui penyediaan informasi mitigasi yang mudah dipahami, mendukung pengembangan potensi wisata Desa Glawan melalui pemetaan daya tarik wisata, serta menyediakan basis data geospasial yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan pembangunan desa di masa mendatang.
Melalui rangkaian kegiatan ini, KKN-T Tim 07 UNDIP berupaya berkontribusi dalam mendukung Desa Glawan menjadi desa yang lebih tangguh terhadap bencana sekaligus memiliki perencanaan pengembangan wisata yang berbasis data dan berkelanjutan.
