Semarang – Kawasan Tembalang, Semarang kembali ramai setiap hari Minggu pagi dengan hadirnya kegiatan Car Free Day (CFD) yang berlangsung dari Jembatan Sikatak hingga depan Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RNSD). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga warga, tetapi juga pusat interaksi sosial, pertunjukan seni, dan promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Mahasiswa KKN IDBU 22 ikut membeli makanan yang dijual oleh UMKM pada kegiatan Car Free Day, Minggu (06/07/2025)

Car Free Day Tembalang merupakan program kerja inisiasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro di tahun 2024. Karena tingginya antusiasme masyarakat saat itu dan sambutan baik dari pihak kelurahan, setelah selesainya kegiatan KKN-T, program Car Free Day dipatenkan oleh pihak kelurahan sebagai kegiatan rutin mingguan. Hal ini bertujuan untuk menjadikan CFD sebagai ruang publik yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Lisa, mahasiswa Sekolah Vokasi Undip yang juga menjabat sebagai Wakil Koordinator Desa KKN IDBU 22 Tembalang 2025, menjelaskan bahwa mahasiswa KKN IDBU 22 berperan aktif dalam pelaksanaan CFD ini. “Kami hadir sebagai fasilitator bagi UMKM, khususnya dalam program halalisasi produk. Mulai dari edukasi, pendampingan, hingga pengurusan sertifikat halal kami bantu,” ungkap Lisa.

Peran mahasiswa KKN IDBU 22 tidak berhenti di situ. Tim KKN IDBU 22 juga terlibat dalam promosi produk UMKM serta turut menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung. Hal ini sejalan dengan arahan Rektor Universitas Diponegoro yang menginginkan seluruh produk makanan yang dijual di CFD Tembalang terjamin kehalalannya dan mendukung nilai-nilai pemberdayaan masyarakat.

Selain UMKM, CFD Tembalang juga diramaikan dengan beragam aktivitas yang pelaksanaannya terbagi dalam tiga daerah, yaitu sisi utara, tengah, dan selatan. Di sisi utara dekat RSND, masyarakat dapat mengikuti tes kesehatan gratis yang dilaksanakan umumnya oleh mahasiswa bidang kesehatan.

Mahasiswa KKN IDBU 22 Tembalang melakukan tes kesehatan gratis berupa pengecekan tekanan darah yang dilaksanakan saat Car Free Day, Minggu (06/07/2025)

Di sisi selatan, masyarakat dapat mengikuti senam bersama, sementara pertunjukan kuda lumping rutin digelar dua kali setiap bulan di sisi tengah. Masyarakat dari berbagai latar belakang hadir, mulai dari warga lokal yang berolahraga, keluarga yang menikmati suasana car-free, hingga anak-anak muda yang menampilkan karya seni atau membuka lapak sederhana.

Mahasiswa KKN Undip bersama masyarakat mengikuti kegiatan senam bersama yang diadakan saat Car Free Day, Minggu (06/07/2025)

Masyarakat menyaksikan pertunjukan kuda lumping pada kegiatan Car Free Day, Minggu (06/07/2025)

“CFD ini memberi ruang bagi kami mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan. Bukan hanya soal kewirausahaan, tapi juga bagaimana berkontribusi bagi lingkungan sosial sekitar kampus,” kata Lisa. Ia juga menyampaikan harapannya agar CFD Tembalang dapat terus berkembang menjadi ruang publik yang lebih tertata dan berkelanjutan. “Harapannya ke depan bisa lebih rutin, lebih besar skalanya, dan jadi pusat kreativitas serta edukasi. Misalnya dengan panggung seni, pojok edukasi, atau program pendampingan UMKM berkelanjutan. Anak-anak muda Tembalang juga perlu terlibat agar CFD ini bisa jadi milik bersama,” tambahnya.

Kegiatan CFD ini pun menjadi agenda rutin yang didukung oleh mahasiswa KKN Undip setiap periode, menciptakan kesinambungan antara program kampus dan kebutuhan masyarakat. Car Free Day Tembalang kini bukan sekadar ruang bebas kendaraan, melainkan simbol kolaborasi, inovasi, dan semangat pemberdayaan yang tumbuh dari akar komunitas dan perguruan tinggi.

Editor: Handayat