JATENGKU.COM, Temanggung –Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim 60 KKN Tematik Batch 1 Kelompok C, menjalankan program berbasis inovasi dan edukasi di Dusun Penungkulan, Desa Lempuyang, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung. Fokus utama mereka tertuju pada upaya penguatan pengelolaan kopi lokal melalui pendekatan sistematis dan partisipatif.
Dari hasil observasi awal dan diskusi intensif bersama warga serta tiga kelompok tani, yaitu Ngudi Makmur, Dinasti Makmur, dan Sativa. Mahasiswa menemukan sejumlah tantangan, seperti belum adanya sistem standar dalam pengelolaan kebun kopi, lemahnya pengendalian hama, serta kendala dalam proses pengeringan akibat curah hujan tinggi dan kurangnya fasilitas.
Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa merancang beberapa program luaran berbasis kebutuhan masyarakat. Beberapa di antaranya yaitu: penyusunan SOP pengelolaan kopi dari hulu ke hilir, pembuatan modul pengendalian hama, penguatan kelembagaan kelompok tani, hingga rancangan greenhouse pengering berbasis tenaga surya yang dilengkapi sistem IoT (Internet of Things).

Semua hasil kerja ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi gabungan yang diselenggarakan pada 7 Juli 2025 di Gedung Pertemuan Dusun Penungkulan. Acara sosialisasi gabungan ini berlangsung hangat dan partisipatif. Warga menyambut dengan antusias, bahkan terlibat aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat, apalagi ada SOP dan modul yang bisa langsung kami pakai di lapangan,” ujar Bu Mustalifah, anggota Kelompok Tani Sativa.
Kepala Dusun Penungkulan, Martono, turut memberikan apresiasi, “Kami merasa terbantu dengan adanya mahasiswa. Programnya aplikatif dan sesuai kebutuhan warga.”
Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pertanian kopi lokal secara berkelanjutan. Selain membawa dampak teknis, kegiatan ini juga memperkuat relasi sosial antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.











