JATENGKU.COM, DESA SURJO – Suara alam menyambut hangat setiap langkah yang masuk ke Desa Surjo. Dulu, desa ini hanyalah salah satu dari banyak desa agraris biasa di wilayah pegunungan, namun kini, geliat pembangunan dan inovasi mulai terasa. Desa ini tengah bertransformasi menjadi desa wisata edukasi berbasis pertanian terpadu. Sebuah model baru yang menggabungkan potensi lokal dengan pendidikan, rekreasi, dan keberlanjutan.

Desa Surjo memiliki kekayaan alam yang sejak lama dimanfaatkan masyarakat untuk bertani. Komoditas unggulan seperti teh, kopi, dan hortikultura telah menopang ekonomi desa, meski selama ini belum sepenuhnya digarap sebagai daya tarik wisata. Kini, dengan semangat baru dan dukungan berbagai pihak, masyarakat mulai sadar bahwa pertanian bukan hanya untuk produksi, tapi juga edukasi dan pariwisata.

Transformasi Desa Surjo menjadi desa wisata edukasi tidak terlepas dari kontribusi mahasiswa KKNT IDBU Tim 71 Universitas Diponegoro, yang sejak awal telah aktif mendampingi warga dalam menyusun langkah-langkah strategis pengembangan desa. Salah satu hasil nyatanya adalah penyusunan buku panduan pertanian terpadu, yang kini menjadi rujukan utama bagi kelompok tani dalam menerapkan sistem pertanian berkelanjutan berbasis integrasi antar sektor.

Bagi kelompok tani seperti Winangsari, kehadiran mahasiswa KKN membawa angin segar. Mereka merasa terbantu tidak hanya dalam menyusun panduan teknis, tapi juga dalam mendesain pendekatan promosi yang lebih modern. “Terima kasih KKNT Tim 71 dari Undip yang telah berkenan membantu kelompok tani Winangsari membuat buku panduan pertanian terpadu. Kami sangat membutuhkan pemasaran. Terima kasih tim KKN telah membantu pemasaran di kelompok tani kami, sukses jaya selalu!” ujar Mas Gufron, pelaku UMKM kopi sekaligus perwakilan kelompok tani.

Tak hanya di bidang pertanian, mahasiswa juga terlibat aktif dalam isu lingkungan, khususnya mendampingi program pengelolaan sampah organik yang selama ini belum berjalan optimal. Pak Atip, pengelola sampah desa, menyatakan bahwa walaupun program ini telah berlangsung hampir satu tahun, hasilnya belum maksimal. Ia menyampaikan, “Terima kasih sekali kepada KKN Undip dari Semarang yang sudah mendukung atau mempercepat perjalanannya sampah Desa Surjo. Semoga pengelolaan sampah dari TPA ataupun TPS bisa maksimal, dikondisikan dengan sempurna.” Edukasi tentang daur ulang dan pengolahan limbah organik yang dibawa oleh mahasiswa turut mendorong kesadaran warga untuk memilah sampah dari sumbernya.

Di sektor pariwisata, mahasiswa juga terlibat dalam merancang konsep jalur wisata edukatif yang mengintegrasikan potensi pertanian, edukasi, dan pengalaman wisata. Konsep ini dituangkan dalam buku panduan desa wisata yang kini tengah diujicobakan oleh pemerintah desa. “Terima kasih buat teman-teman KKN Undip Desa Surjo 2025 yang telah membuatkan buku panduan desa wisata, tentu kita berharap agar bisa kita aplikasikan di warga atau pengunjung,” tutur Pak Teguh, sekretaris desa sekaligus pengelola wisata.

Sinergi ini menunjukkan bahwa mahasiswa KKN tak hanya membawa semangat akademik, tetapi juga membangun jembatan kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan realitas lapangan. Warga merasa tidak hanya diberi bantuan teknis, tetapi juga didampingi dalam menumbuhkan kesadaran akan nilai dari potensi lokal yang selama ini terabaikan. Dari edukasi lingkungan, pendampingan UMKM, hingga penyusunan dokumen strategis, kolaborasi ini telah memperkuat langkah Desa Surjo dalam mewujudkan cita-cita menjadi desa wisata edukasi berbasis pertanian terpadu. Dan lebih dari sekadar program jangka pendek, kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari cerita cerita tentang belajar bersama, bertumbuh bersama, dan menatap masa depan yang lebih berkelanjutan.

Transformasi Desa Surjo membuktikan bahwa dengan pengelolaan potensi lokal yang tepat dan pendekatan pertanian terpadu, sebuah desa bisa menjelma menjadi pusat wisata edukasi yang berdampak luas. Model ini bukan hanya mendatangkan pendapatan tambahan bagi warga, tapi juga membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya pertanian dan lingkungan.

Penulis: Mahasiswa KKN-T 71 Tim 2 Desa Surjo

Editor: Handayat