JATENGKU.COM, SEMARANG — Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Ariefani Tri Kurniati dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis program studi Manajemen, telah melaksanakan program kerja monodisiplin melalui sosialisasi yang bertema “Cara Berinvestasi dari Nominal Kecil” yang ditunjukan kepada anggota Karang Taruna di Dusun Sironjang, Dusun Dukuh dan Dusun Winongsari, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunung Pati, Semarang pada hari Minggu (29/6/2025)
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dasar tentang pentingnya investasi sejak dini, terutama di tengah kondisi ekonomi yang terus mengalami inflasi. Dalam kegiatan sosialisasi edukasi keuangan ini diharapkan para pemuda desa mulai mendapat pemahaman penting mengenai mengapa mereka perlu mulai berinvestasi sejak dini, bahkan dengan uang yang terbatas.
Acara yang berlangsung di Balai Desa RT 04/RW 01 dihadiri oleh lebih dari 20 peserta dari anggota Karang Taruna serta perwakilan pemuda pemudi di kawasan kelurahan Pakintelan. Masih banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang belum memulai investasi karena satu alasan sederhana: mereka tidak tahu kenapa harus berinvestasi. “Ngapain sih investasi? Kan masih muda. Buat apa?” Itulah kira-kira pertanyaan umum yang sering terdengar.
Padahal, uang yang kita miliki tahun ini belum tentu memiliki nilai yang sama lima tahun ke depan. Kenapa bisa begitu? Karena adanya inflasi, yaitu kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus. Contoh paling sederhana adalah harga beras: tahun 2022, 1 kg beras seharga Rp10.000, tapi sekarang sudah mencapai Rp14.000. Dalam waktu tiga tahun saja, terjadi kenaikan 40%. Artinya, daya beli uang kita makin lama makin menurun.
Lalu bagaimana cara menghadapinya? Jawabannya adalah: investasi.

Investasi artinya mengorbankan sebagian konsumsi hari ini dengan harapan bisa menghasilkan lebih banyak di masa depan. Misalnya, jika kita punya uang Rp10 juta dan hanya menyimpannya di celengan, maka 10 tahun kemudian tetap akan menjadi Rp10 juta. Tapi harga barang naik terus, maka nilai uang tersebut akan turun secara daya beli. Oleh karena itu, penting untuk belajar menyimpan uang di tempat yang bisa membuatnya bertambah nilainya.
Mengapa Investasi Itu Penting?
Dengan berinvestasi, uang yang kita miliki tidak hanya disimpan, tetapi juga dikembangkan agar nilainya meningkat. Investasi sejak dini memberi peluang lebih besar untuk mencapai kebebasan finansial di masa depan. Tujuannya pun beragam:
Dengan berinvestasi, uang yang kita miliki tidak hanya disimpan, tetapi juga dikembangkan agar nilainya meningkat. Investasi sejak dini memberi peluang lebih besar untuk mencapai kebebasan finansial di masa depan. Tujuannya pun beragam:
- Menyiapkan masa depan, misalnya untuk pendidikan atau pernikahan
- Menambah penghasilan, melalui bunga atau keuntungan
- Dana darurat, jika ada kebutuhan tak terduga
- Kebebasan finansial, agar tidak tergantung hanya pada gaji
Investasi Bisa Dimulai dari Nominal Kecil
Untuk berinvestasi, kita tidak perlu menunggu kaya. Saat ini ada banyak pilihan investasi modal kecil, seperti:
- Reksa Dana: mulai dari Rp10.000 melalui aplikasi digital
- Emas Digital: bisa mulai dari Rp5.000, meski harga emas sedang tinggi
- Saham: bisa dicicil lewat aplikasi sekuritas resmi
- Tabungan Berjangka: cocok untuk yang ingin risiko rendah
Semua pilihan ini bisa diakses siapa saja, termasuk pemuda desa, asalkan dilakukan dengan pengetahuan yang cukup dan lewat platform resmi yang diawasi OJK.

Bagi pemula, sangat disarankan untuk memulai dari reksa dana atau saham. Keduanya memberi imbal hasil yang menjanjikan, dengan risiko yang masih bisa ditoleransi jika dikelola dengan bijak. Jangan tunggu nanti, mulailah dari sekarang walau dari nominal kecil. Karena semakin cepat kita mulai, semakin besar hasil yang bisa kita tuai di masa depan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro, yang dilaksanakan oleh Ariefani Tri Kurniati, mahasiswa dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, dengan bimbingan dan pengawasan akademik dari dosen pembimbing lapangan Prof. Ir. Bambang Sulistiyanto, M. Agr. Sc., Ph.D., IPU. Kegiatan sosialisasi ini secara khusus menyasar pemuda dan remaja desa agar lebih melek terhadap literasi keuangan dasar, terutama terkait investasi jangka panjang yang bisa dimulai dari nominal kecil.
Melalui materi yang disampaikan, peserta diajak memahami konsep inflasi, mengapa nilai uang terus menurun, dan bagaimana cara mengantisipasinya melalui investasi. Perbandingan berbagai instrumen seperti celengan, tabungan bank, reksa dana, dan saham dijelaskan secara sederhana dan aplikatif.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana para peserta tampak antusias mengajukan beragam pertanyaan, mulai dari cara memilih aplikasi investasi yang aman, perbedaan antara reksa dana dan saham, hingga tips memulai investasi dengan modal terbatas. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa pemuda desa mulai tertarik untuk mengelola keuangan mereka secara lebih bijak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda dapat memahami pentingnya menyiapkan masa depan sejak dini dan mulai mempertimbangkan investasi sebagai langkah cerdas menghadapi tantangan ekonomi di masa yang akan datang.
Penulis: Ariefani Tri Kurniati










