JATENGKU.COM, Semarang — Universitas Semarang (USM) kembali mengguncang panggung budaya Jawa Tengah melalui gelaran Komukino 2025, sebuah festival budaya tahunan yang selalu dinantikan publik. Tahun ini, Komukino hadir dengan kemasan yang lebih segar, lebih berani, dan dirancang untuk menjawab rasa ingin tahu generasi muda terhadap budaya lokal yang dikemas secara modern dan atraktif.
Ketua pelaksana Komukino menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar pentas seni, melainkan ruang besar untuk mempertemukan masyarakat—khususnya anak muda—dengan kekayaan budaya Jawa Tengah melalui pengalaman langsung. “Kami ingin budaya Jateng bisa dirasakan, dilihat, dan dinikmati dengan cara yang dekat dengan gaya hidup masa kini,” ujarnya.

Dengan mengusung tema “Jateng Ayem”, Komukino 2025 menghadirkan atmosfer budaya yang menenteramkan namun tetap memukau. Tema ini dipilih untuk membawa pengunjung pada nuansa Jawa Tengah yang adem dan penuh nilai filosofi. Setiap detail acara, mulai dari tata panggung, visual, hingga rangkaian pertunjukan, dirancang selaras dengan karakter tema tersebut. Komukino dikenal selalu menghadirkan tema baru tiap tahun, sehingga edisi 2025 dipastikan tampil berbeda dari sebelumnya.
Tahun ini, Komukino juga menghadirkan sejumlah kejutan. Salah satu yang paling ditunggu adalah debut lomba stand up comedy, yang untuk pertama kalinya masuk dalam rangkaian acara. Kehadiran kompetisi ini menunjukkan keberanian Komukino dalam memperluas spektrum kreativitas sekaligus membuka ruang ekspresi humor khas Jawa Tengah.
Tak berhenti sampai di situ, konsep “Kares Semarang” juga siap mencuri perhatian. Panitia berencana membawa elemen angkringan ke dalam area festival—sebuah langkah tidak biasa yang akan menghadirkan pengalaman autentik namun tetap modern. Angkringan di dalam festival budaya kampus? Inilah kejutan yang disiapkan Komukino 2025.
Acara akan berlangsung pada Kamis, 18 Desember 2025, di Auditorium Ir. Widjatmoko USM, dan terbuka untuk masyarakat luas: pelajar, mahasiswa, komunitas budaya, hingga masyarakat umum. Komukino 2025 diselenggarakan oleh mahasiswa dan dosen USM, dengan dukungan kuat berbagai pihak eksternal termasuk sponsorship dan tamu undangan dari instansi terkait—salah satunya Dinas Pariwisata, yang turut memberikan dukungan dan apresiasi atas upaya pelestarian budaya daerah.
Ketua Komukino menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian acara berjalan maksimal. “Kami sudah menyiapkan banyak hal, dan semoga semua persiapan ini berbuah menjadi pengalaman terbaik bagi masyarakat yang hadir,” katanya.
Komukino 2025 diharapkan menjadi festival budaya kampus paling berkesan di penghujung tahun—sebuah perayaan budaya Jawa Tengah yang tidak hanya dipamerkan, tetapi dihadirkan dengan cara yang hidup, modern, dan relevan bagi generasi masa kini.











