JATENGKU.COM, SEMARANG – Tingginya impor gandum yang menjadi bahan baku tepung terigu mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IDBU 22 Universitas Diponegoro untuk menghadirkan solusi nyata di tingkat masyarakat. Melalui program kerja bertajuk “Diversifikasi Produk Olahan Pangan”, KKN IDBU 22 memperkenalkan olahan brownies kukus berbahan mocaf (Modified Cassava Flour) kepada ibu-ibu PKK RW 04 Desa Jurang Blimbing, Kelurahan Tembalang, Kota Semarang.

Program ini dibawakan oleh Nugraini Ayu Nurazizah, mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Peternakan dan Pertanian, yang berperan sebagai pemateri utama dalam kegiatan edukasi dan demonstrasi. Acara dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus, pukul 10.00 WIB dengan diikuti oleh 13 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.

Kegiatan diawali dengan pemberian edukasi mengenai pentingnya diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan pada tepung terigu impor. Ayu menjelaskan bahwa tepung mocaf, hasil olahan singkong melalui proses fermentasi, memiliki keunggulan bebas gluten, tinggi serat, serta dapat menggantikan tepung terigu hingga 100%.

Setelah sesi materi, peserta diajak mengikuti demonstrasi pembuatan brownies kukus mocaf. Langkah demi langkah dijelaskan mulai dari melelehkan cokelat, mengayak tepung, mengocok telur dan gula, hingga proses pengukusan. Ibu-ibu PKK juga ikut mencicipi hasil brownies yang telah dibuat.

Respon peserta terlihat sangat positif. Salah satu ibu PKK menyampaikan kesannya setelah mencicipi hasil olahan tersebut. Rasanya enak dan tidak jauh berbeda dengan brownies yang biasanya,” ungkapnya dengan penuh antusias. Sementara itu, Ketua PKK RW 04 turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya program ini. “Kami berterima kasih atas ilmu yang dibagikan kepada ibu-ibu PKK. Semoga pengetahuan ini bisa terus kami praktikkan di rumah,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, KKN IDBU 22 UNDIP berharap pemanfaatan tepung mocaf dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Editor: Handayat