Mahasiswa KKN-IDBU 80 Undip Dukung Pertanian da...

Mahasiswa KKN-IDBU 80 Undip Dukung Pertanian dan Peternakan Berkelanjutan di Desa Patemon

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SEMARANG — Mahasiswa KKN-IDBU 80 Universitas Diponegoro turut andil dalam mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan di wilayah Desa Patemon, Kota Semarang, Minggu (1/6/2025).

Mereka terjun langsung melaksanakan program pengabdian masyarakat bertema “Pertanian dan Peternakan Ramah Lingkungan Menuju Petani Sehat dan Sejahtera”.

Program ini mencakup sosialisasi penggunaan pupuk organik cair sebagai alternatif ramah lingkungan, pemanfaatan teknologi penyiraman dan pemupukan otomatis, pemanfaatan energi surya, serta pembuatan kolam dan pembibitan ikan lele untuk mendukung diversifikasi pangan dan ekonomi masyarakat desa.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-IDBU 80 Undip, Prof. Dr. Ir. Syafrudin, CES, M.T., IPM mengungkapkan bahwa mahasiswa KKN bekerja sama dengan kelompok tani dan warga dalam berbagai kegiatan edukatif dan implementatif.

“Mahasiswa menjelaskan manfaat pupuk organik cair, yang mampu menjaga kesuburan tanah dan menekan biaya produksi hingga 30 persen dibandingkan pupuk kimia. Mereka juga memperkenalkan sistem irigasi otomatis berbasis mikrokontroler, serta pemanfaatan panel surya untuk mengurangi ketergantungan pada genset,” jelasnya.

Selain itu, dalam bidang perikanan, mahasiswa juga memfasilitasi pembuatan kolam terpal dan pembibitan ikan lele yang dikelola langsung oleh warga.

“Tujuannya untuk memberikan alternatif sumber pendapatan dan menciptakan kemandirian pangan,” tambahnya.

Kegiatan KKN berlangsung sejak 12 April hingga 1 Juni 2025. Sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai program studi terbagi dalam 3 tim dengan program masing-masing sesuai bidang keilmuannya.

KKN-IDBU 80 Undip juga melakukan survei kesehatan petani terkait risiko paparan pestisida.

Mahasiswa KKN-IDBU 80 Undip Dukung Pertanian dan Peternakan Berkelanjutan di Desa Patemon
Mahasiswa KKN-IDBU 80 Universitas Diponegoro terjun langsung ke pertanian di Desa Patemon, Semarang.

“Hasil survei menunjukkan beberapa petani mengalami gejala ringan akibat paparan. Maka dari itu, kami membagikan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan pelindung wajah, serta memberikan edukasi mengenai cara penggunaan dan pentingnya APD dalam aktivitas pertanian,” ujar Aprianto T.D.N, Anggota Tim 1 KKN-IDBU 80 Undip.

Mereka juga menyelenggarakan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada anak-anak usia sekolah. Edukasi ini mencakup praktik mencuci tangan dengan benar, menyikat gigi secara rutin, serta memilah sampah sebagai langkah awal membentuk generasi yang sehat dan peduli lingkungan. Kegiatan ini disambut antusias oleh anak-anak setempat, yang terlibat langsung melalui simulasi interaktif dan permainan edukatif.

Tak hanya menyasar anak-anak, pemberdayaan juga dilakukan untuk kalangan perempuan melalui Kelas Pemberdayaan Perempuan. Kelas ini terdiri dari pelatihan dasar makeup untuk meningkatkan kepercayaan diri perempuan, serta manajemen keuangan sederhana guna meningkatkan literasi finansial dan kemandirian dalam mengatur penghasilan keluarga. Diharapkan, kegiatan ini mampu memperluas peran perempuan dalam sektor ekonomi rumah tangga.

Kepala Desa Patemon, Nilta Tsuroya, S.E., M.Si, menyampaikan apresiasinya atas program yang dibawa mahasiswa KKN Undip, terutama penggunaan panel surya untuk menggerakkan pompa air pertanian.

“Penggunaan solar panel jelas lebih hemat biaya dan tidak menimbulkan polusi seperti genset. Ini sangat membantu petani,” ujarnya.

Ia juga mengaku terbantu dengan program pembuatan & pembibitan kolam ikan lele dan penggunaan pupuk organik.

“Pembibitan lele sudah mulai berkembang, dan bisa jadi usaha sampingan warga. Sementara pupuk organik membuat tanah lebih gembur dan tanaman tetap subur,” ucapnya.

Mahasiswa berharap, seluruh inovasi dan edukasi yang telah disampaikan dapat terus dimanfaatkan masyarakat Desa Patemon guna mewujudkan pertanian yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan.

Masyarakat memberikan apresiasi atas program-program yang dijalankan mahasiswa karena dinilai mampu menjawab kebutuhan desa, baik dalam peningkatan keterampilan pertanian dan peternakan, pemahaman kesehatan, maupun dukungan terhadap pendidikan anak-anak. Kehadiran mahasiswa dirasakan membawa semangat baru serta manfaat nyata yang memperkuat keberdayaan warga dalam berbagai aspek kehidupan.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan