JATENGKU.COM, SEMARANG – Permasalahan sampah masih menjadi tantangan di Desa Cukilan. Hingga kini, sebagian besar sampah rumah tangga masih dikelola secara tradisional, seperti dibakar di pekarangan atau dibuang ke sungai, sehingga menimbulkan pencemaran dan risiko kesehatan
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T 101 Universitas Diponegoro (UNDIP) membuat program untuk menginisiasi penyusunan proposal pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
Proses ini meliputi survei lokasi, pembuatan denah, pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Lestari Resik Cukilan, hingga perumusan dokumen final yang kemudian diajukan ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang
Kepala Desa Cukilan, Rozikin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN-T UNDIP. Ia berharap TPS3R dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
Program ini diharapkan menjadi awal perubahan besar dalam sistem pengelolaan sampah di Desa Cukilan sekaligus wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN-T UNDIP dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan
Penulis: Nabila Imaduddin (Humas KKN-T 101 Undip)
