JATENGKU.COM, KABUPATEN SEMARANG — Workshop ini dilaksanakan di aula RTH Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada Senin (14/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKNT 108 Universitas Diponegoro dalam rangka pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah rumah tangga.

Dalam kesempatan tersebut mahasiswa KKNT 108 UNDIP menyelenggarakan workshop bertema “Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Bernilai Jual” yang menyasar ibu-ibu PKK dari 11 RW di Kelurahan Bergas Lor.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang potensi ekonomi dari limbah minyak bekas, serta menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengolahan limbah menjadi produk yang bermanfaat.

Workshop ini diikuti oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari setiap RW yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Ibu-ibu PKK yang menjadi audiens turut dibekali materi terkait bahaya limbah minyak jelantah terhadap lingkungan jika dibuang secara sembarangan dan bilamana dikonsumsi oleh tubuh.

Selain itu, dijelaskan pula potensi ekonomi yang dapat diperoleh apabila limbah tersebut diolah menjadi produk bernilai jual seperti lilin aromaterapi.

Perwakilan ibu-ibu PKK dari 11 RW di Kelurahan Bergas Lor mengikuti workshop yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKNT 108 UNDIP di aula RTH Kelurahan Bergas Lor pada Senin (14/7/2025).

Sebagai narasumber, mahasiswa KKNT 108 UNDIP memaparkan langkah-langkah dari pembuatan lilin, dimulai dari penyaringan minyak jelantah, pencampuran dengan bahan tambahan seperti pewangi dan pewarna, hingga proses pencetakan. Peserta workshop yang terdiri dari perwakilan ibu-ibu PKK menyimak materi dengan antusias dan turut terlibat dalam sesi tanya jawab interaktif bersama pemateri.

Meskipun tidak melakukan praktik langsung, kegiatan ini tetap dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses pembuatan lilin dari minyak jelantah. Diharapkan, keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri di rumah dan disalurkan kepada masyarakat di lingkungan RW masing-masing, sehingga manfaat kegiatan ini dapat tersebar secara lebih luas.

Ketua TBM Warung Pasinaon, Ibu Tirta Nursari, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan workshop yang diinisiasi oleh mahasiswa KKNT 108 Universitas Diponegoro. “Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para mahasiswa KKNT 108 UNDIP yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan sangat baik. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PKK Kelurahan Bergas Lor juga memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan yang melibatkan seluruh perwakilan RW. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan informasi dan keterampilan yang diperoleh selama workshop. “Kami berharap materi yang disampaikan dalam kegiatan workshop ini dapat diteruskan dan disalurkan dengan baik oleh masing-masing perwakilan kepada ibu-ibu anggota PKK di setiap RW. Dengan demikian, manfaat dari kegiatan ini dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKNT 108 UNDIP, Nadif, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan keterampilan baru, tetapi juga untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. “Kami berharap, keterampilan membuat lilin dari minyak jelantah ini dapat terus dikembangkan oleh ibu-ibu di rumah. Selain sebagai solusi pengolahan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan, keterampilan ini juga memiliki potensi sebagai peluang usaha yang bernilai ekonomis,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa UNDIP dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif.

Dengan terselenggaranya workshop ini, KKNT 108 UNDIP berharap masyarakat Bergas Lor dapat lebih peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga secara kreatif dan produktif, serta menjadikannya sebagai sumber ekonomi alternatif yang berkelanjutan.

Editor: Handayat