JATENGKU.COM, DEMAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 164 Universitas Diponegoro (Undip) menggagas kegiatan sosialisas manajemen penanggulangan bencana yang menyasar pada Tim Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada Rabu (16/07/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan tim Destana dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Pelatihan ini terlaksana berkat kolaborasi mahasiswa KKN-T dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak serta Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
Acara ini dihadiri oleh Tim Destana dan perangkat desa, yang turut aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman. Sebagai bentuk evaluasi dan indikator peningkatan pengetahuan, kegiatan ini diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta. Setelah pelatihan selesai, dilakukan post-test yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.

Materi yang disampaikan mencakup manajemen risiko bencana, strategi evakuasi, strategi Advokasi dari masyarakat ke pemerintah, serta peran masyarakat dalam membentuk sistem tanggap darurat yang tangguh. Pendekatan edukatif dan partisipatif digunakan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kondisi nyata.
Selain pelatihan formal, mahasiswa juga menginisiasi diskusi interaktif bersama warga terkait sistem operasional yang sudah berjalan pada fase pra-bencana, saat terjadi bencana, dan pasca-bencana. Diskusi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sistem yang ada di masyarakat. Nantinya, hasil dari diskusi tersebut akan disusun menjadi buku panduan atau Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dapat digunakan oleh Tim Destana sebagai pedoman dalam upaya penanggulangan bencana ke depan.
Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta mengaku lebih percaya diri dan termotivasi untuk memperkuat kerja sama tim serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir. “Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga mempererat koordinasi antara anggota Destana dan perangkat desa”. Kegiatan ini merupakan hasil dari inisiatif mahasiswa KKN dalam menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Berkat pendekatan yang dilakukan secara intensif oleh mahasiswa, BPBD Kabupaten Demak dan WALHI bersedia mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini.

Antusiasme peserta juga terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi. Sebagai tindak lanjut, pada hari berikutnya dilakukan kolaborasi bersama Karang Taruna Desa Loireng dalam kegiatan pemasangan tanda jalur evakuasi dan titik kumpul bencana di beberapa titik strategis.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat secara visual dan teknis dalam menghadapi situasi darurat. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga terkait semakin solid dalam membangun desa yang tangguh dan siaga terhadap bencana.
