JATENGKU.COM, DEMAK — Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, menghadapi persoalan penumpukan limbah organik yang berasal dari rumah tangga, kegiatan perikanan, dan kotoran kambing. Limbah tersebut selama ini banyak dibuang begitu saja sehingga menimbulkan bau tak sedap, mencemari lingkungan, dan menjadi sumber berbagai penyakit, termasuk demam berdarah yang kasusnya tengah meningkat.
Melihat kondisi tersebut, Tim KKN-T 95 Kelompok 2 Universitas Diponegoro hadir membawa misi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik menjadi sumber energi terbarukan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKN Tematik berdasarkan Surat Tugas Rektor Nomor 247-096/UN7.D2/PM/IV/2025 dengan judul “Peningkatan Valuasi Ekonomi Masyarakat Desa berdasarkan Pengelolaan Daerah Rehabilitasi Mangrove dan Kawaasan Konservasi Rajungan Berkelanjutan di Betah Walang, Demak”. Program ini dibimbing oleh tiga dosen pembimbing lapangan Dr. E. Drs. Hersugondo, M.M. (FEB), Prof. Dr. Hermin Pancasakti Kusumaningrum, S.Si., M.Si. (FSM), Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA (FPIK).
Sebagai salah satu program kerjanya, mahasiswa KKN-T 95 menginisiasi pemanfaatan limbah ternak menjadi biogas. Program ini dilaksanakan pada Sabtu (12/7/2025) dan bertujuan memberikan solusi praktis serta edukasi kepada warga mengenai pemanfaatan potensi lokal yang selama ini belum digarap secara optimal.
Mahasiswa memulai kegiatan dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah organik. Dalam kegiatan ini, mahasiswa membagikan leaflet berisi informasi mengenai biogas—mulai dari prinsip kerja, manfaat, hingga peluang penerapannya di desa. Selain memberikan penjelasan, mahasiswa juga menghadirkan prototipe biogas sederhana sebagai contoh nyata agar warga lebih mudah memahami cara kerjanya.


Tahapan pembuatan prototipe biogas:
- Lubangi galon menggunakan gergaji/solder untuk pemasangan pipa dan selang.
- Pasang pipa pada galon sebagai jalur masuk bahan organik dan jalur keluar gas, gunakan lem tembak dan solasi hitam agar tidak bocor.
- Sambungan Y digunakan untuk menghubungkan beberaapa jalur selanng, misalnya ke penampungan gas (ban bekas) dan kompor kecil percobaan.
- Masukkan kotoran kambing, sampah organik, pasir, dan air ke dalam galon.
- Tutup rapat galon, diamkan selama beberapa minggu. Mikroorganisme akan menguraikan bahan organik menjadi gas.
Gas yang dihasilkan dialirkan ke penampung gas melalui selang.

Prototipe ini dibuat untuk memberikan gambaran sederhana tentang cara kerja biogas dan manfaatnya, sehingga warga dapat memahami potensi energi alternatif dari limbah organik.
Program ini memberi dampak positif bagi warga Desa Betahwalang. Pemanfaatan limbah organik menjadi biogas membantu mengurangi ketergantungan pada gas elpiji, sehingga biaya rumah tangga bisa lebih hemat.
Selain itu, dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah yang menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap. Proses pembuatan biogas pun menghasilkan pupuk organik yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Betahwalang. Mahasiswa KKN-T 95 berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi warga untuk memanfaatkan potensi lokal dan menerapkan energi terbarukan yang ramah lingkungan serta berkelanjutan.
Penulis: Alivia Azizah
