JATENGKU.COM, SEMARANG — Sebanyak 12 mahasiswa dari Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 45 telah melaksanakan program “Kampung Sibagus” yang berlokasi di lingkungan balai RT 04 di Dusun Dukuh. Program ini diinisiasikan dari kegiatan IPTEK bagi Desa Binaan Universitas Diponegoro (IDBU) Sironjang, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang yang diketuai oleh Prof. Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc., Ph.D., IPU.
Kampung Sibagus berfokus pada penguatan sektor pertanian masyarakat melalui dua program utama yaitu pembangunan greenhouse dan pembuatan raised bed. Kedua inovasi ini dihadirkan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
“Melalui Program Kampung Sibagus, kami ingin menghadirkan solusi yang nyata untuk bisa mengajak masyarakat pada praktik pertanian yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Greenhouse dan raised bed yang dibangun, bukan hanya sebagai proyek fisik, tetapi lebih dari itu sebagai sebuah simbol semangat kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat. Harapannya kedepan, melalui program ini, apa yang sudah dibangun ini bisa untuk terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh warga di RT 04” Ujar Muhammad Al Fatif selaku ketua pelaksana Program Desa Sibagus
Greenhouse adalah rumah kaca yang dirancang untuk menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan tanaman, memungkinkan cahaya matahari masuk sambil menjaga suhu dan kelembapan optimal, serta melindungi dari cuaca ekstrem dan hama. Kemudian, raised bed adalah metode tanam pada bedengan yang ditinggikan, cocok untuk lahan sempit, memudahkan perawatan, menjaga kesuburan tanah, mengurangi erosi, dan menekan pertumbuhan gulma.
Program dimulai 20 Juli 2025 dengan pembukaan lahan di sebelah kanan balai RT 04 untuk pembangunan greenhouse. Kegiatan awal meliputi pencabutan tanaman liar, pemerataan tanah, dan pengukuran lahan. Pembangunan greenhouse berukuran 5 x 10 meter dilakukan oleh pemborong yang berpengalaman dalam bidang konstruksi pertanian untuk memastikan kekuatan struktur dan fungsi sesuai kebutuhan. Greenhouse ini nantinya akan digunakan untuk menanam melon yang diharpkan dapat tumbuh optimal karena kondisi suhu dan kelembapan yang terjaga.

Kegiatan berikutnya adalah pembuatan raised bed di sebelah kiri balai RT 04. Ukuran raised bed disesuaikan dengan luas area. Pembangunan 10 unit raised bed dilakukan menggunakan genteng bekas sebagai pembatas, sekaligus solusi fungsional yang ramah lingkungan. Pengerjaan melibatkan gotong royong antara mahasiswa KKN-T dan warga sebagai wujud kolaborasi nyata.
Memasuki 3 Agustus, kegiatan berlanjut ke tahap penanaman benih dan bibit di raised bed dengan melibatkan mahasiswa KKN-T, ibu-ibu PKK, dan kelompok Dasawisma RT 04. Benih yang ditanam meliputi sawi dan kangkung, sedangkan bibit terdiri dari terong, cabai keriting, cabai setan, tomat, dan pepaya. Teknik penanaman disesuaikan dengan benih dan bibit yang ditanam
Pada 15 Agustus 2025, bibit sawi yang telah mencapai ukuran ideal dipindahkan ke raised bed utama. Semua kegiatan berlangsung penuh semangat, mencerminkan antusiasme mahasiswa KKN-T dan warga setempat.
“Kami mengapresiasi program mahasiswa KKN-T Undip di lingkungan RT 04. Program pembangunan greenhouse dan raised bed yang rekan-rekan KKN-T bangun sangat bermanfaat bagi kami dalam memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan sendiri dan meningkatkan produktivitas produk-produk pertanian. Kalau ini terus dijaga, saya yakin dapat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggungjawab lingkungan bersama di dalam masyarakat” Ujar Muhammad Azroi Selaku Ketua RT 04
Melalui pembangunan greenhouse dan raised bed, Kampung Sibagus menjadi langkah nyata menuju kemandirian pangan berbasis komunitas. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kuat untuk membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan, mandiri, dan membawa manfaat jangka panjang bagi Dusun Sironjang.
