Dalam upaya mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap meningkat di musim pancaroba, mahasiswa KKN Tematik Iptek Bagi Desa Binaan Undip-45 (KKNT IDBU-45) dari program studi Kesehatan Masyarakat, Vania Putri, melaksanakan program kerja monodisplin bertajuk “Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menerapkan 3M Plus Sebagai Upaya Pencegahan DBD” di RT04/RW01 Dusun Ndukuh, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Semarang (3 Agustus 2025).
Kegiatan ini berlangsung di balai RT dan menyasar kelompok ibu-ibu PKK sebagai agen perubahan utama di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN tersebut menjelaskan pentingnya praktik 3M Plus, yakni Menguras, Menutup, dan Memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, ditambah dengan langkah-langkah “Plus” seperti menggunakan obat nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Ibu-ibu memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Dengan pemahaman yang baik tentang 3M Plus, ibu-ibu dapat membantu mengendalikan dan memutus siklus hidup nyamuk pembawa virus DBD, sehingga mengurangi risiko penularan DBD di lingkungan ini,” ujar Vania saat memberikan penyuluhan.
Sosialisasi berlangsung interaktif, dengan sesi tanya jawab dan pemaparan langsung mengenali tempat-tempat potensial perkembangbiakan nyamuk. Selain itu, peserta juga dibagikan leaflet edukatif sebagai panduan dalam menerapkan 3M Plus secara mandiri di rumah.
Ketua PKK RT04/RW01 Dusun Ndukuh, Ibu Ning, mengapresiasi kegiatan ini. “Kami sangat terbantu. Kadang kita tahu tapi lupa, dan setelah disegarkan lagi lewat kegiatan seperti ini, jadi lebih semangat membersihkan lingkungan,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mendukung gerakan pemberantasan DBD di tingkat komunitas. Diharapkan, kegiatan ini menjadi pemantik perubahan kebiasaan hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.
