Mahasiswa KKN-T IDBU 67 UNDIP Susun Masterplan ...

Mahasiswa KKN-T IDBU 67 UNDIP Susun Masterplan untuk Pengembangan Wisata Pemandian Air Panas Tirta Assyifa di Desa Sangubanyu, Kabupaten Batang

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, BATANG — Mahasiswa KKN-T IDBU 67 Universitas Diponegoro (UNDIP), turut berkontribusi dalam pembuatan masterplan pengembangan daya tarik wisata adaptif bencana Pemandian Air Panas Tirta Assyifa yang terletak di Dusun Pesanggrahan, Desa Sangubanyu, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Pemandian Air Panas Tirta Assyifa berada di lereng pegunungan daerah Batang yang memiliki kontur perbukitan dan udara yang sejuk, yang menjadi salah satu daya tarik utama dari Desa Sangubanyu.

Sumber air panas ini menjadi ikon wisata yang telah dikenal oleh masyarakat sekitar maupun pengunjung dari luar daerah, karena air panasnya mengandung belerang alami yang dipercaya dapat membantu mengatasi berbagai masalah kulit, terutama gatal-gatal.

Kawasan wisata ini juga dibalut oleh suasana lingkungan alam yang masih asri dan dilengkapi suara aliran sungai yang menjadi daya tarik wisata serta menjadi alasan pengunjung datang untuk melakukan relaksasi.

Mahasiswa KKN-T IDBU 67 UNDIP Susun Masterplan untuk Pengembangan Wisata Pemandian Air Panas Tirta Assyifa di Desa Sangubanyu, Kabupaten Batang
Pemandian Air Panas Tirta Assyifa di Dusun Pesanggrahan, Batang, yang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata kesehatan, digambarkan dalam sebuah masterplan yang disusun oleh mahasiswa KKN Undip.

Namun, meski memiliki potensi besar, wisata Pemandian Air Panas Tirta Assyifa belum sepenuhnya memaksimalkan daya tariknya. Minimnya infrastruktur pendukung, seperti akses jalan, tempat parkir, dan fasilitas umum lainnya menjadi kendala utama dalam pengembangan wisata ini.

Masalah prioritas lainnya yang dihadapi adalah tidak memiliki konsep untuk pengembangan wisata, sehingga kesulitan untuk menemukan bantuan pendanaan, yang menyebabkan kurangnya pengelolaan wisata dan menurunkan jumlah kunjungan wisatawan.

Ditambah bencana banjir dan longsor yang mengancam lokasi wisata setiap tahunnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimalisasi untuk meningkatkan kualitas atraksi dan aksesibilitas di Pemandian Air Panas Tirta Assyifa, sehingga kawasan ini dapat lebih menarik dan nyaman bagi pengunjung, khususnya para lansia yang datang berendam untuk pengobatan.

Selain itu diperlukan program terkait pengembangan masterplan untuk pengembangan daya tarik wisata yang adaptif bencana. Hal tersebut sangat dibutuhkan untuk mempertahankan eksistensi dari wisata Pemandian Air Panas Tirta Assyifa melalui penataan lokasi dan akses wisata, manajemen kebencanaan, serta promosi wisata.

Oleh karena itu, disusun Buku Masterplan Pengembangan Daya Tarik Wisata Adaptif Bencana Pemandian Air Panas Tirta Assyifa oleh Tim 1 KKN-T IDBU 67 UNDIP, yang anggotanya berasal dari berbagai program studi, yaitu Rd. Muhammad Daffa Nurfaizi, Muhammad Faizul Kirom, Afrizza Hiddan Yastran Yud Herdanu, Fara Yustika Rengganis, Akhdan Hylmi Prasasti, Putri Syava Alifiani, Nisrina Azmi Karimah, Devita Anjani, dan Safna Novia Mahiswari. Penyusunan masterplan ini juga dibantu oleh Mas Alam Samudro selaku Asisten Dosen Pembimbing Lapangan.

Buku masterplan tersebut nantinya akan digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pengembangan Kawasan Wisata Pemandian Air Panas Tirta Assyifa menuju destinasi wisata unggulan dan berkelanjutan. Proses penyusunan buku desain masterplan ini dimulai dari dilakukannya survei dan observasi di Kawasan Wisata Pemandian Air Panas Tirta Assyifa, yang dilaksanakan pada Kamis, 17 Juli 2025.

Setelah dilakukan survei dan observasi, tahap selanjutnya pada Senin, 21 Juli 2025, dilakukan pengambilan data di Kawasan Wisata Pemandian  Air Panas Tirta Assyifa, seperti pengambilan data terkait tanaman sebagai vegetasi sungai, data rekahan di bebatuan untuk dianalisis kerentanannya terhadap ancaman longsor, data panjang, lebar, dan kedalaman sungai, serta wawancara dengan pengelola dan pengunjung wisata Tirta Assyifa.

Kemudian, pada tahap selanjutnya, dilakukan penulisan buku masterplan yang isinya terdiri dari profil Desa Sangubanyu, konsep pengembangan, siteplan destinasi wisata, rencana pengembangan, rencana kebutuhan ruang, rute wisata, serta pengelolaan dan pembiayaan.

Setelah menyusun buku masterplan, tahap selanjutnya Buku Masterplan Pengembangan Daya Tarik Wisata Adaptif Bencana Pemandian Air Panas Tirta Assyifa yang sudah jadi diserahkan kepada pengelola wisata dalam bentuk softfile maupun hardfile.

Proses penyusunan buku masterplan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengelola wisata Tirta Assyifa, perangkat Desa Sangubanyu, hingga pengunjung Tirta Assyifa. Keterlibatan ini bertujuan untuk meningkatkan keberlangsungan program, serta mendorong kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga eksistensi Kawasan Wisata Pemandian Air Panas Tirta Assyifa.

Tirta Assyifa menyimpan potensi ekonomi dan sosial yang besar bagi masyarakat setempat. Dengan pengelolaan yang tepat, seperti berbasis kearifan lokal dan adaptif bencana, pengelola wisata dan masyarakat setempat berharap kawasan wisata ini mampu menjadi pendorong kesejahteraan masyarakat serta menarik lebih banyak wisatawan ke Pemandian Air Panas Tirta Assyifa di Desa Sangubanyu.

Penulis: Nisrina Azmi Karimah

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan