JATENGKU.COM, KAB. SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Iptek Desa Binaan UNDIP (KKN-T IDBU) Tim 9 Universitas Diponegoro melaksanakan program inovasi pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot di TPS-3R Rahayu Camana, Desa Suruh, Kecamatan Suruh.
Program ini hadir sebagai jawaban atas berbagai permasalahan pengelolaan sampah di TPS, antara lain sampah yang masuk belum sepenuhnya terpisah antara organik dan anorganik, kualitas kompos yang rendah, kompos yang hanya menumpuk tanpa dimanfaatkan optimal, serta proses pengolahan sampah yang belum efektif.
KKN-T IDBU Tim 9 UNDIP menawarkan solusi budidaya maggot (larva Black Soldier Fly) dengan memanfaatkan sampah organik sebagai media pakan maggot. Hasil maggot nantinya dapat dijual sebagai pakan ternak, memberikan nilai ekonomi tambahan, sekaligus meningkatkan keterampilan pegawai TPS dalam pengelolaan sampah organik berkelanjutan. Selain itu, mahasiswa juga membuat booklet edukasi berisi panduan budidaya maggot dan metode pengeringannya agar dapat dimanfaatkan sebagai pakan hewan ternak.
Program dimulai pada 15 Juli 2025 dengan penetasan telur maggot.

Selanjutnya, pada 7 Agustus 2025 dilakukan pemindahan prepupa ke insectarium.

Puncak kegiatan berlangsung pada 15 Agustus 2025, dengan diadakannya Focus Group Discussion (FGD) bertema “Budidaya Maggot sebagai Solusi Penguraian Sampah Organik dan Penyedia Pakan Ternak”.

FGD dihadiri oleh pegawai TPS-3R Rahayu Camana, perwakilan Aisyiyah, tokoh masyarakat, dan perwakilan Karang Taruna. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Sri Salami Suraningsih dan Ibu Kipti Sunanik dari Aisyiyah menyampaikan dukungannya. “Menurut saya, budidaya maggot ini bagus untuk mengurangi sampah organik. Kalau ada yang meneruskan, insyaallah bisa bermanfaat, apalagi kalau pemasarannya lancar,” ujar Ibu Sri Salami.
Seluruh rangkaian program berlangsung di TPS-3R Rahayu Camana, Desa Suruh, yang menjadi lokasi fokus pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
Budidaya maggot dinilai efektif dalam mengurangi penumpukan sampah organik, sekaligus membuka peluang ekonomi melalui penjualan maggot sebagai pakan hewan ternak. Selain itu, program ini meningkatkan keterampilan pegawai TPS dan memberikan wawasan baru bagi masyarakat tentang pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
KKN-T IDBU Tim 9 UNDIP berharap, setelah program ini berakhir, pegawai TPS dan masyarakat dapat melanjutkan budidaya maggot secara mandiri. Dengan adanya keterampilan, panduan tertulis, dan pengalaman langsung, diharapkan kualitas pengelolaan sampah organik di TPS-3R Rahayu Camana akan meningkat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lingkungan dan masyarakat sekitar.










