Mahasiswa KKN-T TIM 104 UNDIP Dukung Digitalisa...

Mahasiswa KKN-T TIM 104 UNDIP Dukung Digitalisasi UMKM Baru Kopi Satset Lewat Branding dan Teknologi

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SEMARANG – Di tengah geliat pertumbuhan usaha mikro di Kelurahan Pedurungan Kidul, muncul satu UMKM rintisan yang mencuri perhatian: Kopi Satset. Baru berjalan selama satu bulan, kedai kopi ini menunjukkan geliat positif berkat pendampingan dari mahasiswa KKN-T TIM 104 Universitas Diponegoro. Program bertajuk “Pendampingan UMKM melalui Optimalisasi Identitas Usaha dan Visibilitas UMKM Kopi Satset” ini diinisiasi oleh Muhammad Dhiaz, mahasiswa Ilmu Pemerintahan UNDIP, sebagai bagian dari KKN Tematik di bawah bimbingan Riris Tiani, S.S., M.Hum. dan Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum. Fokus utama program ini adalah membantu UMKM baru membangun identitas usaha yang kuat dan memperluas visibilitas melalui kanal digital.

Sebagai usaha yang masih merintis, Kopi Satset menghadapi tantangan umum seperti belum adanya media promosi yang terstruktur, visual usaha yang sederhana, serta sistem pemesanan yang sepenuhnya bergantung pada komunikasi langsung. Melihat potensi dan semangat pelaku usahanya, mahasiswa KKN hadir memberikan pendampingan menyeluruh yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra. Proses ini diawali dengan pembuatan akun Instagram sebagai wajah digital usaha, dilanjutkan dengan desain banner menu yang informatif, serta penyusunan linktree interaktif yang memuat katalog produk, lokasi usaha, dan tautan pemesanan via WhatsApp pada Kamis (19/08/2025).

“Kami melihat potensi besar dari Kopi Satset sebagai UMKM baru. Namun tanpa dukungan strategi digital yang kuat, usaha seperti ini bisa sulit berkembang. Oleh karena itu, kami hadir untuk membantu di tahap krusial ini,” jelas Dhiaz.

Perubahan pun langsung terasa. Tampilan Kopi Satset kini jauh lebih profesional dan mudah diakses. Konsumen dapat mengetahui daftar menu sebelum datang ke kedai, bahkan memesan terlebih dahulu secara daring. Hal ini meningkatkan kenyamanan pelanggan dan memberikan kesan bahwa usaha dijalankan secara serius.

Tak hanya fokus pada aspek visual, pendampingan ini juga menyentuh sisi edukasi. Mahasiswa KKN memberikan bimbingan ringan seputar pentingnya membangun citra merek, menjaga kualitas pelayanan pelanggan, hingga menyusun strategi pemasaran yang berkelanjutan. Seluruh pendekatan dilakukan dengan metode yang sederhana dan aplikatif, sehingga mudah dipahami dan langsung bisa diterapkan oleh pelaku UMKM.

“Program ini terasa sangat membantu kami sebagai UMKM baru. Awalnya kami hanya mengandalkan promosi dari lingkungan sekitar. Sekarang, dengan adanya media sosial dan katalog digital, jangkauan pelanggan kami jadi lebih luas,” ujar Ziddan, pemilik Kopi Satset.

Sebagai penutup program, seluruh materi digital seperti template desain, katalog, hingga panduan promosi diserahkan kepada mitra usaha agar bisa terus dikembangkan secara mandiri. Mahasiswa juga melakukan dokumentasi proses dan hasil pendampingan sebagai bahan evaluasi dan arsip pengembangan lebih lanjut.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T TIM 104 UNDIP ingin menunjukkan bahwa sinergi antara dunia akademik dan pelaku usaha lokal bukan hanya memperkuat eksistensi UMKM, tetapi juga membantu pelaku usaha untuk berpikir lebih strategis, adaptif, dan percaya diri dalam menghadapi persaingan di era digital.

Dengan bekal baru yang dimiliki, harapannya Kopi Satset bisa terus tumbuh menjadi UMKM yang kuat, profesional, dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha muda lainnya di Kelurahan Pedurungan Kidul maupun wilayah sekitarnya.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan