JATENGKU.COM, SEMARANG – Mahasiswa KKN Tim 118 Kelompok 2, Universitas Diponegoro menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Rahasia TOGA Usir Hipertensi” di Balai RW 002, Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 16.00 hingga 16.30 WIB ini turut dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Fitri Wulandari, M.Clin.Pharm., Apt.
Program ini diusung oleh Aisya Nabilla yaitu salah satu Mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi, Universitas Diponegoro, bersama dengan Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Tim 118 Kelompok 2. Acara diawali dengan pembagian leaflet edukatif mengenai hipertensi, yang memuat informasi ringkas terkait pengertian, faktor risiko, serta pencegahan hipertensi.
Tim KKN kemudian menyampaikan materi singkat mengenai hipertensi, meliputi penyebab, faktor risiko, hingga terapi pengobatan menggunakan obat konvensional. Inti dari kegiatan ini adalah pemaparan jenis-jenis tanaman obat keluarga (TOGA) yang berpotensi digunakan sebagai terapi pendukung atau tindakan preventif terhadap hipertensi.

Beberapa tanaman yang diulas antara lain seledri, kumis kucing, dan belimbing wuluh, yang dikenal memiliki khasiat menurunkan tekanan darah. Penyampaian materi dilakukan secara sederhana agar mudah dipahami oleh audiens yang sebagian besar merupakan anggota Karang Taruna RW 002.
Selain itu, beberapa rekan mahasiswa KKN-T turut berperan dengan memberikan highlight tambahan seputar TOGA, sehingga diskusi menjadi lebih interaktif dan memperkaya wawasan peserta mengenai pemanfaatan tanaman herbal di sekitar rumah.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN-T UNDIP berharap masyarakat RW 002 dapat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dengan memanfaatkan sumber daya alami yang ada di lingkungan sekitar. Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Fitri Wulandari, M.Clin.Pharm., Apt., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung gerakan hidup sehat melalui edukasi dan pemanfaatan tanaman obat keluarga.
Pelaksanaan program multidisiplin melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi dengan judul program “TOGA Unggulan Anti-Diabetes: Pencegahan Diabetes Mellitus dari Pekarangan Sendiri”, telah selesai dilaksanakan pada Sabtu, 9 Agustus 2025 di Aula Balai RW 002 Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Program ini diusung oleh Bethari Mahasiswa Program Studi S-1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro, bersama dengan Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Tim 118 Kelompok 2. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh anggota Karang Taruna RW 002 Sambiroto yang merupakan perwakilan dari tiap RT, serta turut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Fitri Wulandari, M.Clin.Pharm., Apt.

Pada pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan sosialisasi interaktif mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) yang mudah didapatkan, terjangkau, dan mudah dibudidayakan di pekarangan rumah. TOGA Unggulan yang direkomendasikan berupa kunyit, jahe, dan temulawak.
Selain digunakan sebagai bumbu dapur, tanaman ini juga berpotensi diolah menjadi minuman herbal yang bermanfaat untuk mencegah diabetes mellitus dan dapat dikonsumsi sesuai kondisi dan kebutuhan. “Melalui kegiatan ini, saya berharap masyarakat semakin sadar bahwa pencegahan diabetes mellitus bisa dimulai dari pemanfaatan tanaman rimpang sederhana yang ada di sekitar kita dan tentunya rutin melakukan gaya hidup sehat”, ujar Bethari.
Kegiatan yang dikemas secara interaktif ini juga membuka sesi tanya jawab, sehingga anggota karang taruna dapat berdiskusi langsung mengenai cara pengolahan TOGA serta gaya hidup sehat sebagai kunci pencegahan sindrom metabolik. Adapun, sebagai pelengkap materi, pada poster tersebut dijelaskan pula bahwa gaya hidup sehat dapat dimulai dari hal paling sederhana dengan mengonsumsi makanan yang tinggi serat dan protein, aktivitas fisik rutin minimal 30 menit per hari, melakukan relaksasi atau ibadah, serta istirahat yang cukup.
Dengan pola hidup sehat dan juga memanfaatkan TOGA tentu dapat efektif mencegah diabetes mellitus apabila rutin menjadi kebiasaan setiap harinya. Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Fitri Wulandari, M.Clin.Pharm., Apt., menyampaikan apresiasinya terkait sosialisasi ini.
“Dengan memanfaatkan TOGA, masyarakat bisa mandiri dalam menjaga kesehatan sekaligus mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes mellitus,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Tim 118 Kelompok 2 Universitas Diponegoro berharap terciptanya kesadaran masif di kalangan pemuda Karang Taruna Sambiroto untuk mengoptimalkan TOGA sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Armita Nurul Ramadhanatus Sa’ada, mahasiswa Program Studi S-1 Administrasi Bisnis Universitas Diponegoro, memaparkan program “TOGA Jadi Usaha: Optimalisasi Tanaman Obat untuk Produk Herbal Bernilai Jual”. Dalam sesi ini, Armita menghadirkan perspektif baru mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), yaitu bukan hanya sebagai bahan untuk menjaga kesehatan, tetapi juga sebagai peluang bisnis yang dapat dikembangkan oleh remaja di lingkungan RW 002. Dengan dukungan poster edukatif berjudul “Bukan Sekadar Obat: TOGA Jadi Produk Hebat”, Armita menampilkan berbagai ide pengolahan TOGA menjadi produk yang menarik dan bernilai jual, mulai dari minuman herbal, jamu instan, hingga olahan kemasan kreatif yang bisa dipasarkan.

Armita menekankan bahwa kreativitas dan kemandirian menjadi kunci untuk mengubah pengetahuan tentang tanaman obat menjadi peluang ekonomi nyata. Melalui pemaparan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan tentang manfaat kesehatan TOGA, tetapi juga termotivasi untuk melihat tanaman sederhana di pekarangan rumah sebagai aset yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Diharapkan, program ini mampu menumbuhkan kesadaran dan semangat para remaja untuk memaksimalkan potensi TOGA di lingkungan mereka, sehingga membawa dampak positif jangka panjang bagi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi komunitas RW 002.
