JATENGKU.COM, KENDAL — Dalam program KKN-Tematik yang menggabungkan antara UNDIP dan UNWAHAS di pertengahan tahun 2025, Tim KKN menggandeng kelompok seni Barongan New Putro Budoyo dan para pelaku UMKM di kawasan Karangsari. Fokus dari kolaborasi ini adalah memberikan pendampingan yang nyata agar kedua mitra dapat berkembang bersama.

Mahasiswa KKN memberikan berbagai pelatihan dan pengembangan terhadap UMKM di wilayah Karangsari dengan memberikan inovasi sajian, peningkatan kualitas kemasan, manajemen usaha, pembekalan dalam berusaha, pemenuhan kebutuhan, hingga pendaftaran sertifikasi halal kepada para pelaku UMKM.

Sementara untuk seni Barongan, dari pihak universitas memberikan bantuan seperangkat alat musik berupa gong, kendang, dan bermacam alat musik tradisional lain untuk pemenuhan kebutuhan iringan musik barongan. Selanjutnya, tim KKN menambahkan dukungan program berupa pelatihan tari untuk pertunjukan, pembuatan konten media sosial, pembuatan inovasi untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap barongan, perbaikan properti pementasan, serta bermacam model sosialisasi.

Puncak dari pemberdayaan kedua mitra ini ada pada Gelar Karya “Karangsari Expo 2025” yang digelar pada 19 Agustus 2025. Acara tersebut memadukan expo UMKM di wilayah Karangsari dengan pertunjukan Barongan dari New Putro Budoyo. Dalam expo ini, sejumlah 15 UMKM lokal turut serta meramaikan, dari penjual cemilan, makanan dari mancanegara, hingga makanan kekinian.

WhatsApp Image 2025-08-21 at 09.27.09 (2).jpeg
Pameran “Karangsari Expo 2025” menampilkan berbagai stan UMKM yang menjual produk lokal hingga makanan modern. Acara ini merupakan puncak kolaborasi antara mahasiswa KKN UNDIP-UNWAHAS dengan pelaku UMKM dan kelompok seni Barongan New Putro Budoyo.

Pelaksanaan Gelar Karya, mengundang berbagai kalangan, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, warga, hingga perwakilan pemerintah daerah Kendal. Kehadiran undangan tersebut menjadi bukti dukungan terhadap upaya kolaborasi ini. Suasana meriah tercipta ketika stan UMKM ramai dikunjungi, dan pementasan Barongan berhasil memukau penonton dengan energi dan kreativitas baru.

Bukan hanya penampilan barongan, New Putro Budoyo juga menampilkan dawangan, burok, jaranan, dan yang paling spesial adalah penampilan kolaborasi tari antara mahasiswa KKN dengan pemain barongan. Penampilan tampak lebih spektakuler dengan adanya efek asap buatan sebagai satu dari sekian banyak program kerja KKN selama berada di Karangsari.

Dari digelarnya acara ini, mahasiswa KKN berharap sinergi antara UMKM dan seni tradisional ini dapat terus berkembang, baik mitra secara individual maupun melalui kerja sama lanjutan.

Editor: Handayat