JATENGKU.COM, SEMARANG – Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terus menjadi penopang penting perekonomian daerah. Salah satunya adalah UMKM tempe di Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, yang kini mendapat sentuhan inovasi dalam tata kelola produksi.
UMKM tempe ini sebelumnya menghadapi kendala dalam tata letak ruang produksi. Alur kerja yang bolak-balik dan bercampurnya zona bersih serta zona kotor berisiko menimbulkan kontaminasi dan menurunkan produktivitas.
Untuk menjawab persoalan tersebut, mahasiswi KKN-T dari Universitas Diponegoro melalui program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kemdiktisaintek 2025 melaksanakan pendampingan dengan merancang ulang tata letak fasilitas dan alur produksi. Prinsip Good Manufacturing Practices (GMP) menjadi landasan utama perubahan ini.

Dalam rancangan baru, ruang produksi dipisahkan menjadi zona bersih dan zona kotor. Langkah ini memastikan bahan baku mentah tidak bercampur dengan produk setengah jadi maupun tempe siap konsumsi. Selain itu, diterapkan alur produksi satu arah dengan pola serpentine (zig-zag) yang efektif untuk ruang terbatas.
“Dengan alur satu arah, pekerja tidak perlu lagi mondar-mandir. Risiko kontaminasi bisa ditekan, sekaligus meningkatkan efisiensi kerja,” jelas Alya Cindy Rahmawati, Mahasiswi jurusan Teknik Sipil dari Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Hasil perbaikan tata letak ini dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Produksi menjadi lebih lancar, mutu produk lebih terjamin, dan kapasitas kerja meningkat. Rancangan ini bahkan bisa dijadikan model bagi UMKM pangan lain yang menghadapi kendala serupa.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong UMKM sebagai tulang punggung perekonomian. Data menunjukkan, UMKM menyumbang lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Dengan langkah sederhana namun tepat sasaran, UMKM lokal dapat lebih berdaya saing, khususnya dalam menjaga kualitas produk makanan olahan yang aman dan higienis.
Program ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana: Yuli Prasetyo Adhi, S.H., M.Kn. (Universitas Diponegoro), Mj Rizqon Hasani, S.Hum., M.I.Kom. (Universitas Diponegoro), dan Dr. Martien Herna Susanti, S.Sos., M.Si. (Universitas Negeri Semarang).
Sebagai penutup, tim PMM UNDIP menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Republik Indonesia yang telah mendanai program ini melalui kontrak pelaksanaan kegiatan nomor: 062/C3/DT.05.00/PM/2025 (kontrak induk dan nomor: 360-14/UN7.D2.1/PM/V/2025 (kontrak turunan)
