Mahasiswa KKN-T UNDIP IDBU 45 Kembangkan Rumah ...

Mahasiswa KKN-T UNDIP IDBU 45 Kembangkan Rumah Pohon sebagai Media Edukasi Lingkungan 

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SEMARANG – Sebanyak 12 mahasiswa dari Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Sironjang telah melaksanakan program “Edukasi Rumah Pohon”. Program ini diinisiasikan dari kegiatan IPTEK bagi Desa Binaan Universitas Diponegoro (IDBU) 45 di Dusun Sironjang, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang yang diketuai oleh Prof. Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc., Ph.D., IPU.

Program edukasi rumah pohon merupakan bagian dari konsep Desa Agroekokultural yang termasuk dalam pemanfaatan lingkungan hidup dan alam. Rumah pohon yang berada di kawasan dusun tidak hanya difungsikan sebagai tempat bermain anak-anak, tetapi juga dijadikan media edukasi lingkungan. Konsep ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran pentingnya menjaga alam sejak dini kepada generasi muda, sekaligus memberi nilai tambah pada branding Dusun Sironjang sebagai desa wisata agroekokultural.

Pelaksanaan program melibatkan kerjasama antara mahasiswa KKN dan warga RT 01/RW 01. Berbagai kegiatan dilakukan di sekitar area rumah pohon, mulai dari pemasangan pagar dari ban bekas, pengecatan ban dengan warna cerah, pemindahan dan pengecatan ulang ayunan, hingga penataan batu-batu di sekitar lokasi. Tidak hanya itu, mahasiswa juga membuat wahana bermain sederhana dari ban bekas yang menarik perhatian anak-anak setempat.

Warga bersama mahasiswa bekerja bahu-membahu, sementara anak-anak terlihat antusias menyaksikan proses pembangunan. Kehadiran program ini berhasil menghadirkan suasana baru di Dusun Sironjang. Suasana yang lebih hidup, berwarna, dan memiliki nilai edukatif.

Meski berjalan dengan lancar, program Edukasi Rumah Pohon tidak lepas dari kendala. Keterbatasan waktu menjadi hambatan utama, sehingga pembangunan taman edukasi berhasil terlaksana, namun pembaruan struktur rumah pohon tidak sepenuhnya rampung tepat waktu. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa menyerahkan tindak lanjut penyelesaian pembangunan kepada warga setempat agar keberlanjutan program tetap terjaga.

Selain itu, diperlukan juga perhatian lebih terhadap perawatan area rumah pohon agar tetap aman dan nyaman digunakan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam menjaga hasil program KKN yang sudah diwujudkan.

Melalui program Edukasi Rumah Pohon, Dusun Sironjang mendapatkan nilai tambah sebagai destinasi wisata edukatif. Kehadiran rumah pohon tidak hanya menjadi wahana rekreasi, tetapi juga ruang pembelajaran.

Universitas Diponegoro melalui kegiatan KKN ini berkomitmen mendukung masyarakat dalam mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan. Dengan adanya Edukasi Rumah Pohon, Dusun Sironjang diharapkan semakin dikenal sebagai desa yang memadukan unsur budaya, pertanian, rekreasi, dan edukasi lingkungan.

Program ini juga memperlihatkan bagaimana sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah setempat mampu menciptakan inovasi sederhana namun berdampak besar bagi pembangunan desa.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan