JATENGKU.COM, BATANGMahasiswa KKN-T Tim 50 Universitas Diponegoro melaksanakan program edukasi dan praktik pengelolaan sampah organik menjadi vermikompos pada Rabu (15/07/2025) dengan sasaran utama para ibu-ibu Dusun Buntit, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan utama sampah di dusun tersebut.

Sampah organik kerap menjadi sumber masalah lingkungan, karena berdampak langsung terhadap pencemaran lingkungan dan kesehatan warga sekitar.

“Selama ini sampah-sampah dibuang ke sungai atau dibakar begitu saja” ujar salah satu warga RT 04. Permasalan utama pada Dusun Buntit ini yaitu tidak adanya akses truk pengangkut sampah.

Melalui pelatihan ini, kegiatan sosialisai interaktif dan demonstrasi langsung dilakukan pada ibu ibu Dusun Buntit dengan diajarkan cara mengolah sisa sisa sampah organik dengan bantuan cacing tanah sebagai agen pengurai untuk dijadikan pupuk vermikompos.

Kami melihat potensi besar pada sampah organik yang melimpah dan mencari solusi yang berkelanjutan. Vermikompos adalah salah satu jawaban karena tidak hanya mengurangi sampah, tapi juga menghasilkan pupuk yang bermanfaat bagi tanaman.

Seorang ibu warga Dusun Buntit tengah mempraktikkan cara mengolah sampah organik dengan bantuan cacing tanah dalam pelatihan pembuatan pupuk vermikompos yang digelar mahasiswa KKN-T Tim 50 UNDIP.

Para ibu diajak secara langsung mempraktikan proses pembuatan pupuk vermikompos, mulai dari menyiapkan media, mengenali jenis sampah yang dapat diolah, hingga memelihara cacing tanah sebagai pengurai.

Ibu-ibu Dusun Buntit tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya mengenai pemeliharaan cacing dan cara pemanenan pupuk.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat dan pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat. Mayoritas mata pencaharian warga Dusun Buntit adalah petani, jadi pupuk vermikompos yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan untuk menyubuirkan tanaman pada ladang pertanian atau dijual untuk menambah pendapatan keluarga.

Program ini tidak hanya fokus pada pengurangan sampah tetapi juga memberdayakan masyarakat Dusun Buntit untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat secara mandiri.

Penulis: Beta Putri Alviza, Mahasiswa Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro.

Editor: Handayat