Mahasiswa KKN-T UNDIP Kenalkan Pangan Sehat pad...

Mahasiswa KKN-T UNDIP Kenalkan Pangan Sehat pada Anak PAUD Tunas Mekar Tambangan Lewat Puzzle Piring Makananku

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SEMARANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU Tim 85 Kelompok 2 Universitas Diponegoro mengadakan permainan edukatif “Puzzle Piring Makananku” di PAUD RW 02 Kelurahan Tambangan, Selasa (29/7). Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan konsep pangan sehat dan pentingnya mengkonsumsi pangan lokal sejak usia dini.

Program permainan edukatif “Puzzle Piring Makananku” merupakan salah satu inisiatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro untuk mengenalkan konsep pangan sehat dan pangan lokal sejak usia dini. Saat ini, anak-anak cenderung lebih mengenal makanan cepat saji dan produk olahan instan dibandingkan pangan lokal yang kaya gizi. Melalui metode bermain sambil belajar, diharapkan anak-anak dapat memahami pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang berasal dari bahan pangan di sekitar mereka.

Kegiatan dilaksanakan di PAUD RW 02 Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, pada Selasa (29/7). Mahasiswa KKN-T UNDIP menyiapkan media permainan berbentuk puzzle sederhana yang terdiri dari print-out gambar piring dan potongan gambar berbagai pangan lokal seperti jagung, bayam, pepaya, dan lainnya. Anak-anak diajak menyusun potongan-potongan gambar tersebut ke dalam piring hingga membentuk susunan pangan sehat sesuai konsep “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan, yang mencakup karbohidrat, lauk pauk, sayuran, dan buah-buahan. Selama permainan berlangsung, mahasiswa menjelaskan manfaat masing-masing pangan bagi tubuh dan menyelinginya dengan sesi tanya jawab interaktif.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak mengenai pangan sehat dan bergizi seimbang sekaligus menumbuhkan kebiasaan mengonsumsi pangan lokal sejak usia dini. Melalui pendekatan bermain sambil belajar, diharapkan anak-anak dapat lebih mudah memahami pentingnya memilih makanan yang sehat serta mengenal berbagai bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan mereka.

Manfaat dari kegiatan ini tidak hanya terbatas pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong pembentukan perilaku positif dalam memilih makanan, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan pola makan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Melalui permainan ini, kami ingin anak-anak tidak hanya tahu mana makanan yang sehat, tetapi juga mengenal bahan pangan lokal yang sebenarnya banyak tersedia di sekitar rumah mereka,” ujar Mazaya, mahasiswa KKN-T UNDIP.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan