Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Ibu-ibu PKK RT 01 Kamp...

Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Ibu-ibu PKK RT 01 Kampung Tematik Jurang Belimbing Kelola Sampah Lewat Program Bank Sampah

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SEMARANG — Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi Bank Sampah di Kampung Jurang Belimbing, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pada Minggu (10/8/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan memberikan cara inovatif agar sampah tidak hanya menjadi masalah, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk yang berguna dan ekonomis.

Dalam kegiatan penyuluhan, kami mengajak Ibu-ibu PKK bagaimana cara memilah sampah dengan baik dan manfaat menabung sampah di bank sampah. Kami juga mengadakan kegiatan praktis membuat barang dari galon bekas. Galon bekas tersebut diubah menjadi berbagai barang berguna seperti pot tanaman dan tempat penyimpanan. Tidak hanya mengajarkan pengelolaan sampah, tetapi kreativitas juga dikembangkan dan nilai tambah diciptakan untuk produk bekas.

Selain itu, kami menjelaskan cara menyimpan sampah yang sudah dipilah dan menjualnya kepada pengumpul sampah dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga. Dengan cara ini, sampah yang sebelumnya tidak berguna dapat menjadi tambahan pendapatan rumah tangga. Banyak Ibu-ibu PKK yang hadir memang sudah tertarik dengan praktik ini dan bersemangat untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik di rumah mereka.

Kami juga berharap dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam pelestarian lingkungan melalui kegiatan ini. Selain mengurangi pencemaran, pengelolaan sampah yang baik membuat lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali. Diharapkan akan muncul kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, yang didorong oleh kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, kegiatan sosialisasi ini membantu mahasiswa KKN mempererat hubungan mereka dengan masyarakat desa. Suasana keakraban dengan Masyarakat terutama Ibu-ibu PKK diciptakan melalui diskusi, tanya jawab, dan praktik bersama. Akibatnya, warga merasa lebih termotivasi untuk berpartisipasi aktif. Selain itu, dukungan dari perangkat desa menunjukkan bahwa program ini mendapat perhatian, dan ada peluang besar untuk terus berkembang secara mandiri.

Kami berharap bank sampah Kampung Jurang Belimbing dapat terus berkembang menjadi program berkelanjutan dengan manfaat nyata. Tidak hanya sebagai sarana pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Kami percaya bahwa Kampung Jurang Belimbing dapat menjadi contoh desa yang mandiri, bersih, dan kreatif dalam pengelolaan sampah dengan kerja sama antara masyarakat, perangkat desa, dan pihak-pihak terkait.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan