JATENGKU.COM, SEMARANG – Menyadari pentingnya peran lingkungan dalam mendampingi tumbuh kembang remaja, Meilina Adzhani Salsabila, mahasiswa Psikologi Universitas Diponegoro, mengadakan kegiatan sosialisasi “Perkembangan Remaja dari Sudut Pandang Psikologis” kepada warga RW 3 Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, pada Senin (21/07/2025).
Dilaksanakan di salah satu fasilitas umum RW 3, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, seperti Ketua RW, Ketua RT, Karang Taruna, para remaja, hingga ibu-ibu setempat. Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tahun 2025. Ia menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh kepeduliannya terhadap isu kenakalan remaja yang banyak diberitakan akhir-akhir ini.
“Saya merasa bahwa remaja punya banyak potensi untuk berkembang jika mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini saya harap dapat menjadi upaya preventif terhadap kenakalan remaja, khususnya di lingkungan RW 3. Materi yang saya bawakan juga selaras dengan apa yang saya pelajari sebagai mahasiswa Psikologi, yaitu terkait tahapan perkembangan psikologis remaja.”

Sebagai upaya menciptakan suasana yang hangat dan partisipatif, Meilina membuka sesi dengan permainan interaktif, dimana peserta diminta untuk memejamkan mata, lalu mendengarkan sejumlah pernyataan. Jika dirasa pernyataan tersebut sesuai, peserta diminta untuk mengangkat tangannya. Metode ini berhasil mencairkan suasana dan memungkinkan peserta mengakui pengalaman pribadi tanpa rasa malu.
Setelahnya, materi disampaikan menggunakan media PowerPoint dengan gaya bahasa sederhana. Ia menjelaskan dinamika perkembangan psikologis remaja, termasuk cara kerja otak remaja dan pentingnya pendekatan empatik dari lingkungan sekitar.
“Kadang kita terlalu cepat menilai remaja sebagai anak nakal yang tidak bisa diatur, padahal mereka sedang mengalami masa pencarian jati diri. Kita perlu belajar mendengarkan dan memahami mereka, bukan hanya menuntut,” jelas Meilina dalam penyampaiannya.
Warga yang hadir memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Salah satu warga bahkan menyampaikan bahwa metode penyampaian dalam sosialisasi ini mengingatkan pada program Kampus Mengajar, karena berhasil membuat peserta merasa dekat dan terlibat.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Meilina dan kelompoknya juga membagikan buku saku edukatif berisi penjelasan lanjutan mengenai perkembangan remaja, isu yang banyak terjadi pada fase remaja, dan bagaimana menyikapi isu tersebut. Tak berhenti di situ, ia juga berencana membagikan leaflet berisi ringkasan materi agar pesan edukatif dapat menjangkau lebih luas.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendekatan psikologis yang tepat dapat menjadi jembatan penghubung antara generasi muda dan masyarakat, serta menjadi langkah awal membangun lingkungan yang lebih peduli dan memahami remaja.











