Mahasiswa KKN Undip Bangun Kandang Edukasi Magg...

Mahasiswa KKN Undip Bangun Kandang Edukasi Maggot untuk Perkuat Peran BUMDes dalam Pengelolaan Sampah

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Pekalongan — Ketiadaan fasilitas pengolahan sampah di Desa Sumurjomblangbogo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, ditambah dengan volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) yang terus menggunung, mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim-45 untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.

Selama ini, sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, belum dikelola secara optimal dan sebagian besar langsung dibuang ke TPA atau dibakar. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan, seperti pencemaran, bau tidak sedap, serta gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Undip berupaya menghadirkan solusi sederhana yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

Salah satu program yang dijalankan adalah perancangan dan pembangunan kandang budidaya maggot sederhana. Program ini digagas oleh mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Arif Ainurrofiq, sebagai upaya pemanfaatan sampah organik agar lebih bernilai guna dan ramah lingkungan. Budidaya maggot dipilih karena dinilai efektif dalam mengurai sampah organik sekaligus memiliki potensi ekonomi.

Kandang maggot yang dirancang memungkinkan pemeliharaan maggot dalam berbagai siklus hidup tersebut. Dalam desain kandang, disediakan dua ruang terpisah yang dapat mengakomodasi tiga tahapan siklus hidup maggot secara terkontrol. Pemisahan ruang ini bertujuan untuk memudahkan perawatan, mengoptimalkan proses budidaya, serta memastikan pemanfaatan maggot pada fase larva dapat dilakukan secara maksimal.

Sebagai tindak lanjut, kandang budidaya maggot ini diserahkan kepada pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Arum, BUMDes milik Desa Sumurjomblangbogo. Kandang tersebut diharapkan dapat menjadi media percontohan sekaligus sarana pembelajaran bagi pengelola BUMDes dalam mengembangkan potensi pengolahan sampah organik sebagai peluang usaha baru.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip Tim-45 berharap pengelolaan sampah organik dapat dimulai dari tingkat keluarga, sekaligus mendorong terbentuknya usaha berbasis lingkungan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi bagi Pemerintah Desa Sumurjomblangbogo.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan